Berita

pdip

Politik

Pengamat Politik: PDIP Layak Dapat Jatah 17 Kursi Menteri

SELASA, 23 JUNI 2015 | 13:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rencana perombakan kabinet merupakan langkah besar yang perlu dicermati dengan baik oleh Presiden Jokowi. Pasalnya, penggantian maupun rotasi menteri Kabinet Kerja akan menjadi tolak ukur kinerja pemerintah ke depannya.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (23/6).

Menurut Jajat, masuknya orang-orang non partisan (profesional) dalam kabinet Jokowi-JK terbukti tidak memberikan dampak perubahan yang signifikan baik bagi rakyat maupun berbagai rencana program pemerintah.


"Saat ini adalah waktu yang tepat dan Jokowi tidak perlu lagi sungkan untuk memberikan jatah menteri kepada orang-orang berlatar belakang parpol," tegas Jajat.

Ia menilai, sangat wajar jika PDIP sebagai partai pengusung Jokowi meminta jatah kursi menteri lebih banyak, tidak hanya tambahan lima jatah kursi, bahkan bila perlu PDIP masih layak mendapat jatah 17 menteri dalam Kabinet Kerja. Pasalnya, tak dapat dipungkiri dampak baik dan buruknya kinerja pemerintahan Jokowi akan berimbas ke PDIP sebagai partai pengusung.

"Penentuan menteri merupakan hak prerogatif seorang presiden, akan tetapi tetap tidak pernah bisa lepas dari muatan politis. Jika Jokowi tetap ingin adanya pembagian jatah menteri yang adil antara parpol dan non partisan, reshuffle yang nanti dilakukan tidak akan memberi dampak apa-apa," tutup Jajat. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya