Berita

Hafisz Thohir/net

Ketua Komisi VI: Cukup Indosat yang Dilego ke Singapura

Kerja Sama Telkom-SingTel Harus Dibatalkan
SELASA, 23 JUNI 2015 | 12:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Komisi VI DPR RI Hafiz Tohir mengatakan, Pasal 7 (2) UU Nomor 36/1999 tentang Telekomunikasi  menekankan bahwa dalam penyelenggaraan telekomunikasi, harus diperhatikan untuk melindungi kepentingan dan keamanan negara.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan bahwa kerja sama di bidang transaksi elektronik, pusat data harus berada di wilayah Indonesia.

Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Pasal 17 (2) Nomor 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik yang berbunyi penyelenggara sistem elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.


"Dimasanya asymetric warfare ini, perang juga bisa terjadi dalam sistem pemerintahan atau perpolitikan sebagai sasarannya tembaknya. Kerja sama e-govt dengan negara asing akan memberi peluang lebih besar terjadinya perang asimetris ini," ungkap Hafiz Tohir dalam rilisnya, Selasa (23/6).

Ia juga mengatakan dalam Pasal 17 (2) UU 17/2011 ITE dibeberkan bahwa PSE untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakkan hukum, perlindungan dan penegakkan kedaulatan negara terhadap data warga negara.

"Jadi pemerintah dalam hal ini PT Telkom harusnya memprioritaskan penggunaan teknologi dan programmer dari dalam negeri. Waktu janji kampanye pemeintah katanya cukup dua minggu selesai (bikin program e-govt). Jadi perlu dikaji rencana kerja sama dengan SingTel (Singapura)," bebernya.

Hafiz Tohir menambahkan, Komisi VI akan minta kerja sama Telkom-SingTel dibatalkan karena membahayakan rahasia negara dan melanggar UU ITE. Dalam rapat kerja dengan PT Telkom minggu ini, lanjut dia, Komisi VI akan menyampaikan sikap ini.

"Cukup Indosat saja yang dilego ke Singapura," tukas dia. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya