Berita

ilustrasi/net

Kualifikasi Akademik dan Sertifikasi Guru Hampir Rampung

SENIN, 22 JUNI 2015 | 11:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Program kualifikasi akademik (minimal D4 atau S1) serta mendapatkan sertifikat pendidik (sertifikasi) guru yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2005, sesuai dengan amanat UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen saat ini hampir rampung seluruhnya.

"Tahun ini kalau kita hitung, 2015 ini hampir selesai (kualifikasi dan sertifikasi guru)," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata dilansir dari setkab.go.id, Senin (22/6).

Sumarna menjelaskan, saat UU 14/2005 itu disahkan pada 2005, jumlah guru secara keseluruhan mencapai 2,7 juta orang. Dari jumlah itu, hampir 60 persen atau dua pertiganya, khususnya guru SD, belum memiliki kompetensi S1.


Selain itu, lanjut Sumarna, dalam sepuluh tahun terakhir terdapat penambahan jumlah guru yang mencapai 1 juta orang, yang merupakan hasil pengangkatan guru-guru oleh pemerintah daerah dan satuan pendidikan.

"Sebagian besar di antara guru-guru yang diangkat tanpa memperhatikan kualifikasi akademik guru. Padahal guru yang bersangkutan harus sudah lulus D4 atau S1 sebelum diangkat," ungkap Sumarna.

Atas dasar itulah, Kemendikbud mengambil inisiatif membuat program menyekolahkan guru, yaitu Pengakuan Pengalaman Kerja dan Hasil Belajar (PPKHB).

Sumarna menyebutkan, PPKHB itu mengatur agar guru yang sekolah lagi untuk memenuhi kualifikasi akademiknya tidak perlu memenuhi jumlah sistem kredit semester (SKS) 100 persen, melainkan cukup

Ia menjelaskan, PPKHB mengatur agar guru tidak perlu mengambil seluruh SKS yang dipersyaratkan untuk lulus dalam jenjang pendidikan tersebut.

"Guru tidak usah mengambil seluruh SKS. Dengan PPKHB ini, guru hanya perlu mengambil sepertiganya saja," jelas Sumarna.

Kemendikbud, lanjut Sumarna, juga menyediakan anggaran bantuan kualifikasi untuk 70 ribu guru, tetapi sayangnya tidak seluruhnya terserap. "Hanya 30 ribu saja yang terserap. Karena sebagian masih sekolah, sebagian lagi sudah selesai," katanya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya