Berita

Ajie Karim/net

Tersengat Kasus KDRT dan Penelantaran Anak, Anggota Dewan Gerindra Ini Terancam Dipecat

MINGGU, 21 JUNI 2015 | 11:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ajie Karim akan disanksi tegas berupa pemberhentian jika terbukti bersalah dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penelantaran anak yang dilaporkan istrinya, Hariati Sari.

"Jika proses hukumnya sudah inkrah dan penyelidikan polisi menyatakan Ajie Karim dinyatakan bersalah, maka kita dari Partai Gerindra akan memberhentikan yang bersangkutan," kata Penasihat DPP Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafii (Romo), Minggu (21/6).

Anggota DPR RI ini berharap, polisi dapat bekerja secara obyektif dan jangan ada fakta yang ditutup-tutupi terkait kasus tersebut. "Polisi harus objektif, jangan ditutup-tutupi," sebutnya seperti dikabarkan medanbagus.com.


Syafii menegaskan, Gerindra dengan tegas menyatakan bahwa anggota legislatif baik di tingkat pusat maupun daerah merupakan pejuang-pejuang politik. Para politisi Gerindra harus memperjuangkan kepentingan rakyat dan tidak terkecuali kepentingan perempuan.

"Meskipun itu internal rumah tangga, istri dan anak adalah bagian dari rakyat yang tentunya harus diperlakukan sebaik-baiknya," katanya.

Ia menyatakan, jika ditemukan adanya rakyat tidak nyaman, tidak sejahtera apalagi akibat perbuatan politisi Gerindra, itu telah melanggar komitmen sebagai kader partai yang duduk di legislatif.

"DPP Gerindra segera mengambil tindakan tegas terhadap politisi Ajie Karim," pungkas Syafii.

Diberitakan, Anggota DPRD Sumu  Ajie Karim dilaporkan istrinya Hariati Sari (35) atas tuduhan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penelantaran anak ke Polresta Medan sesuai dengan nomor laporan STTLP/1412/VI/2015/SPKT RESTA. Ibu rumah tangga beranak tiga ini juga mengaku mengalami trauma dan kini sedang menjalani terapi psikologis yang ditangani seorang dokter dari Rumah Sakit Dr Pirngadi Medan, akibat tindak kekerasan yang dialaminya selama belasan tahun. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya