Berita

ilustrasi perusakan artefak oleh ISIS/net

Gara-gara ISIS, Inggris Sahkan Perjanjian Internasional Tahun 1954

MINGGU, 21 JUNI 2015 | 11:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris mengesahkan sebuah perjanjian internasional untuk melindungi kekayaan budaya selama konflik militer yang dibuat pasca Perang Dunia II, yakni Konvensi Den Haag.

Kendati konvensi tersebut dibuat tahun 1954, namun Inggris tidak pernah mengadopsinya ke delam hukum negara.

Konvensi Den Haag itu dimaksudkan untuk memastikan negara dan tentara tidak akan menargetkan keyaan budaya dalam konflik. Lebih dari 115 negara anggota PBB yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Inggris diketahui ikut terlibat dalam konvensi, namun tidak pernah meratifikasinya.


Menteri Kebudayaan Inggris John Whittingdale menyebut bahwa alasan Inggris mengesahkan perjanjian itu saat ini adalah mengingat perusakan dan penjarahan kekayaan budaya yang terjadi di Suriah dan Irak saat ini, terutama yang dilakukan oleh kelompok militan ISIS.

Whittingdale menyebut, konvensi sekarang akan menjadi hukum legal di Inggris.

"Saat prioritas Inggris akan terus tertuju pada kemanusiaan dalam konflik ini, saya tidak ragu bahwa kita juga harus melakukan apa yang kita bisa untuk mencegah kerusakan budaya lebih lanjut," ujarnya.

"Hilangnya warisan negara mengancam identitas," sambung Whittingdale seperti dimuat BBC (Minggu, 21/6).

Lebih lanjut ia menyebut bahwa dalam beberapa waktu ke depan, Inggris mungkin akan mendukung dana intervensi dengan arkeolog untuk memulihkan monumen yang beresiko rusak akibat konflik di Irak, Suriah, dan Libya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya