Berita

Yenti Ganarsih/net

Wawancara

WAWANCARA

Yenti Ganarsih: Roadshow 1 Daerah 1 Anggota Pansel, Cuma Dapat Transportasi & Akomodasi

JUMAT, 19 JUNI 2015 | 10:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan KPK sedang melakukan roadshow ke daerah untuk menjaring calon pimpinan lembaga anti korupsi.

Langkah Pansel KPK yang diisi sembilan srikandi itu dinilai hanya memboroskan keuangan negara. Sebab, membutuhkan biaya besar ke daerah.

Seharusnya pansel cukup mencari calon dari pendaftaran, dan melakukan komunikasi den­gan tokoh yang dianggap pantas menjadi pimpinan KPK.


Bagaimana tanggapan pansel pimpinan KPK menanggapi hal itu? Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan anggota pansel pimpinan KPK yang merupakan doktor pencucian uang pertama di Indonesia, Yenti Ganarsih, kemarin:

Pansel roadshow ke daerah-daerah dinilai tidak efisien, tanggapan Anda?

Ini justru efesien, kami menghemat anggaran karena tidak berbondong-bondong turun ke suatu daerah. Tapi satu daerah, hanya satu anggota pansel yang ke sana.

Bukankah itu juga meng­hambur-hamburkan uang?
Kalau satu orang untuk satu daerah, biayanya tidak besar. Itu bukan menghambur-hamburkan uang, kan bukan sembilan orang berbondong-bondong ke satu daerah.

Anda bertugas ke mana?
Saya akan mendapat giliran mendatangi kota Bandung, Jawa Barat, Jumat ini (19/6).

Anggaran apa saja yang ditanggung pemerintah?
Hanya untuk transport dan ako­modasi. Karena acara di tempat/ daerah diselenggarakan CSO (Civil Society Organization)/ koalisi masyarakat sipil yang peduli pemberantasan korupsi. Pansel yang dulu juga pernah roadshow ke daerah.

Apa pentingnya Pansel KPK turun ke daerah-daerah?
Penting untuk menjaring se­banyaknya calon yang baik.

Bagaimana responsnya?
Dari dua hari ini responnya baik. Ke daerah hanya tiga hari, yakni 17, 18 dan 19 Juni 2015.

O ya, kabarnya hasil per­temuan Pansel KPK dengan Polri membuahkan komit­­men untuk tidak mengungkit kasus hukum Pimpinan KPK nanti ketika menjabat, apa benar?

Nggak spesifik seperti itu. Hanya Polri mendukung Pansel, mendukung penguatan KPK.

Konkretnya?
Polri tetap menghormati ada KPK karena undang-undang mengatakan itu. Mereka ingin KPK profesional dan tidak ada saling merasa lebih tinggi dari masing-masing lembaga. KPK, Polri dan Kejaksaan harus bek­erja sama memberantas korupsi. Mereka punya sistem koordi­nasi, dan KPK bisa supervisi suatu kasus yang ditangani Polri dan Kejaksaan.

Ada usulan, pimpinan KPK ke depan berusia 50 tahun ke atas agar tidak ada lagi ekspek­tasi politik, materi, popularitas, dan lainnya. Pendapat Anda?
Spesifik yang umur 50 tahun ke atas tidak ada dinyatakan begitu. Karena persyaratannya adalah berumur 40-65 tahun. Tentu nanti diseleksi yang pal­ing memenuhi kualitas sesuai hasil seleksi.

ICW meminta pansel me­mastikan calon mewakili indi­vidu, bukan lembaga karena ada dari Kejaksaan dan Polri?

Lembaga-lembaga hanya men­gusulkan, tetapi mereka mendaf­tar secara individu. Pansel hanya menilai individu tersebut. Sebab, tidak ada larangan bagi lembaga-lembaga tersebut mengusulkan calon pimpinan KPK.

Bisakah pansel memastikan tahapan seleksi secara trans­paran?
Transparansi tetap dilakukan. Nama-nama yang mendaftar akan diumumkan 27 Juni 2015. Saat ini banyak media di kantor pansel un­tuk mewawancarai langung para pendaftar, dan tidak ada larangan untuk itu. Percayalah kami bersem­bilan bekerja mengemban amanah Presiden penuh tanggung jawab dan menjalankan sesuai ketentuan undang-undang. Pada saatnya nanti Presiden bisa menyerahkan delapan nama ke DPR untuk fit and proper test. ***

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Progam Mudik Gratis Jadi Cara Golkar Hadir di Tengah Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:18

Kepemimpinan Intrinsik Kunci Memutus Kebuntuan Krisis Sistemik Bangsa

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:12

Sahroni Dukung Kejagung Awasi Ketat MBG Agar Tak Ada Kebocoran

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:07

Agrinas Palma Berangkatkan 500 Pemudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:05

KPK Bakal Bongkar Kasus Haji Gus Alex di Pengadilan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:35

Pemudik Boleh Titip Kendaraan di Kantor Pemerintahan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:28

Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang KM 259 Memakan Korban Jiwa

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:21

Contraflow Diberlakukan Urai Macet Parah Tol Jakarta-Cikampek

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:16

90 Kapal Lintasi Selat Hormuz Meski Perang Iran Masih Berkecamuk

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:15

Layanan Informasi Publik KPK Tetap Dibuka Selama Libur Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11

Selengkapnya