Berita

jokowi-din/net

Jubir Demokrat: Apa Salahnya Jokowi Ganti Baju Sebentar

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 10:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Jurubicara Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menilai, pilihan Presiden Jokowi mengenakan pakain seragam militer saat menerima tamu di Istana Negara, kurang patut.

"Tidak sepatutnya Jokowi memakai seragam militer plus pestol di pinggang dalam konteks menerima tamu di Istana Negara," sebut Didi yang juga Wasekjen Partai Demokrat ini saat dihubungi redaksi, Kamis (18/6).

Akibatnya, kata Didi, timbul berbagai persepsi yang tidak baik terhadap Jokowi. Walau kemudian sudah dibantah oleh Istana, katanya hal tersebut darurat karena kepepet waktu.


"Apa salahnya ganti baju sebentar, tamu yang menunggu pasti akan bisa memaklumi. Berapa lama sih harus ganti baju, paling-paling tidak lebih 10 menit," imbuhnya.

"Presiden sebelumnya tidak pernah terima tamu dengan seragam militer, sekalipun presiden tersebut dengan background militer," tukas Didi menambahkan.

Seperti diwartakan, Presiden Jokowi menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah di Istana Negara (Selasa, 16/6), dengan mengenakan seragam militer. Pihak Istana mengatakan, Jokowi tidak sempat ganti baju setelah menghadiri latihan perang TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan. Begitu mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jokowi langsung menuju Istana.

Dalam sebuah pertemuan di Istana Negara 4 Juni lalu, pengamat militer Universitas Pertahanan, Salim Said sudah mengkritik kebiasaan Presiden Jokowi mengenakan seragam militer. Salim dengan keras mengingatkan bahwa Jokowi berasal dari warga sipil, namun sebagai Presiden, Jokowi adalah penguasa tertinggi TNI, meski tanpa mengenakan seragam.

"Saya ingatkan Pak Jokowi dengan hormat dan rendah hati, jangan membiasakan menggunakan pakaian militer. Beliau (Jokowi) itu kan sipil," kata Salim. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya