Berita

foto:net

Mahasiswa dan Pasangan Pengantin ke Depan Diminta Tanam Lima Pohon

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 09:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Para pelajar atau mahasiswa dan setiap pasangan pengantin akan diminta untuk menanam lima batang pohon sebagai bagian dari 'Gerakan Menanam Pohon', sekaligus sebagai bagian upaya untuk menumbuhkembangkan budaya cinta lingkungan.

Ketentuan untuk menanam lima batang pohon bagi mahasiswa dan pasangan pengantin itu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan sejumlah instansi kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti), dan Kementerian Agama, di Gedung Kementerian LHK, Jakarta, Selasa (16/6) lalu.

Penandatanganan kerjasama yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu dilakukan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Ristek dan Dikti M. Nasir, dan Mendikbud Anies Baswedan, Perwakilan dari Menteri Agama, Kepala LAPAN, Kepala BIG, Rektor PTN seluruh Indonesia, Pejabat Eselon I dan II lingkup KLHK, Pejabat Eselon I Kemendikbud, Kemenristek dan Dikti, Kemenag, BIG, dan LAPAN, Direksi BUMN Kehutanan, Direksi BRI, Direktur Utama PT Antam (Persero TBk), serta Presiden Direktur PT Astra Internasional TBk.


Terkait penandatangan Nota Kesepahaman dengan Mendikbud Anies Baswedan dan Menristek dan Dikti M. Nasir dimaksudkan untuk mengajak dan menumbuhkembangkan budaya cinta lingkungan di kalangan peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan dengan menanam lima batang pohon setiap pelajar atau mahasiswa. Sedangkan dalam kerjasama dengan Kementerian Agama, dalam hal ini Ditjen Bimas Islam, maka kepada setiap pasangan pengantin akan diminta untuk menanam lima batang pohon.

Sementara PT Astra Internasional akan membangun hutan kota di seluruh Indonesia, dan PT Antam (Persero TBk) yang akan melakukan rehabilitasi pada salah satu DAS prioritas yaitu DAS Kapuas seluas 5.000 Ha.


Menteri LHK Siti Nurbaya dalam sambutannya mengatakan, gerakan penanaman pohon menjadi salah satu aksi kongkrit dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan.

"Dengan menanam jenis pohon yang tepat sesuai dengan tapak, tujuan, dan manfaat, kita dapat mengatasi permasalahan lahan kritis, serta menghasilkan alternatif sumber energi terbarukan disamping mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Siti Nurbaya dalam keterangannya.

Politisi Nasdem ini juga mengajak para guru, dosen, dan rektor seluruh Indonesia untuk terus menumbuhkembangkan budaya cinta lingkungan sejak dini melalui "Gerakan Menanam Pohon".

Menurut Siti Nurbaya, "Gerakan Menanam Pohon" merupakan suatu ibadah, pohon yang kita tanam disamping mempunyai nilai ekonomis, juga akan memberikan maslahat yang besar bagi ekosistemnya, seperti oksigen, air, dan suhu yang nilainya jauh lebih besar.

"Nilai ekonomis dan manfaat bagi ekosistem tersebut, pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan bangsa dan kesejahteraan masyarakat," tukasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya