Berita

ilustrasi/net

SAMBUT BULAN RAMADHAN

Tidak Boleh Ada Pasar dan Pedagang Kaki Lima yang Digusur!

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 09:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama bulan Ramadhan, tidak boleh ada penggusuran pasar tradisional maupun pedagang kaki lima.

"Ikappi sangat mengecam segala upaya relokasi paksa atau penggusuran pasar tradisional dengan dalih apapun itu. Terlebih bila langkah relokasi paksa tersebut dilakukan menjelang maupun selama bulan suci ramadhan," kata Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 18/6).

Menurt Mansuri, pemerintah Daerah yang melakukan penggusuran jelas tidak memiliki keberpihakan yang utuh terhadap nasib dan kondisi pasar tradisional maupun para pedagangnya seperti apa yang baru saja dipertontonkan oleh Pemerintah Kota Semarang yang menggusur pedagang pasar cagar budaya Peterongan.


"Segala bentuk relokasi paksa pasar tradisional, apapun dalihnya adalah penistaan terhadap manusia dan rasa kemanusiaan. Oleh karena itu, kami seluruh pihak untuk menghormati bulan suci ramadhan ini, " tegas Mansuri.

Alangkah baiknya, lanjut Mansuri, bila diambil langkah komunikasi yang lebih intensif untuk mencari solusi dan titik temu terbaik. Segala kebuntuan yang biasanya terjadi justru dilatar belakangi dari komunikasi yang tidak baik terhadap para pedagang.

Selama ini pedagang pasar tradisional selalu dipandang sebagai objek dari rencana pembangunan pasar. Sehingga jarang atau bahkan tidak dilibatkan sama sekali dalam proses tersebut," demikian Mansuri. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya