Berita

husni kamil manik/net

Politik

PILKADA SERENTAK 2015

Kata Husni, Lembaga Penyiaran Memiliki Peran Penting Sukseskan Pilkada

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 07:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peran lembaga penyiaran dalam melakukan sosialisasi pelaksanaan Pilkada serentak 2015 memiliki arti yang penting. Ditambah, Pilkada yang akan digelar 9 Desember nanti digelar di lebih dari separuh kabupaten/kota yang ada di wilayah Indonesia.

"Sangat penting sekali melakukan sosialisasi Pilkada, baik tingkat daerah maupun pusat. Karena Pilkada 2015 dilakukan lebih dari 50 persen di kabupaten/kota yang kita miliki. Tambah lagi pemilihan gubernur di 9 provinsi yang ada pabupatennya, total semua ada 308 kabupaten/kota. Iniakan lebih mudah dijangkau melalui  lembaga penyiaran, salah satunya adalah TVRI," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik, seperti dikabarkan kpu.go.id.

Perlu diketahui, 224 Kabupaten akan melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup), 36 Kota melaksanakan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (pilwako), dan 48 Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan Pilbup dan Pilwako tetapi mengikuti pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur di 9 Provinsi. Total 308 Kabupaten/Kota yang menggelar pemilihan.


Hal itu dipaparkan Ketua KPU dalam audiensi dengan Direksi Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam diskusi peran lembaga penyiaran dalam Pilkada Tahun 2015, berlangsung di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol No. 29, Jakarta Pusat, Selasa (16/6) lalu.

KPU, kata Husni, juga membutuhkan kontribusi seluruh lembaga penyiaran, termasuk TVRI, dalam melakukan pemberitaan seperti kegiatan kampanye serta pembuatan iklan pasangan calon (paslon) yang dilakukan oleh KPU di daerah.

"Kemudian juga ada kegiatan debat paslon dan variasi lain yang mendukung kegiatan sosialisasi dan partisipasi pemilih pada Pilkada Tahun 2015," ujar Husni.

Kendala yang dihadapi dalam publikasi tahapan Pilkada 2015 yakni pemerataan pemberitaan,karena tidak semua lembaga penyiaran menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Perlu kerja sama antar lembaga penyiaran dan perhatian dari pemerintah melalui Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) agar ada pemerataan informasi di seluruh indonesia," pungkas mantan Komisioner KPU Provinsi Sumatera Barat itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya