Berita

jokowi/net

Jokowi Ditunggu Berseragam Polisi dan Pakaian Oblong di Istana

RABU, 17 JUNI 2015 | 11:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mudah-mudahan gaya Presiden Jokowi yang mengenakan seragam militer saat menerima tamu di Istana Negara hanya insiden semata.

Harapan itu disampaikan pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati saat dihubungi redaksi, Rabu (17/6).

Devie berharap, alasan Jokowi tetap mengenakan seragam TNI AD untuk efisiensi waktu, benar adanya.


"Saya berharap ini hanya insiden saja, untuk menghormati tamu-tamunya," ungkap dia.

Devie juga berharap, mudah-mudahan ini upaya Jokowi membuat ritual baru di Istana Negara agar menjadi rileks. Tidak ada pakaian tertentu di Istana.

"Kalau itu cara pikirnya, besok-besok Pak Jokowi juga harus pakai seragam polisi dan pakaian oblong, agar lebih rileks," imbuhnya.

Terakhir, Devie meminta, Jokowi yang 'doyan' berseragam militir tidak dikait-kaitkan dengan pengambilalihan kekuasaan oleh militer.

"Sebenarnya enggak ada yang salah dengan militer. Tapi simbol-simbol ini jangan sampai memantik memori publik ke masa lalu," ujarnya.

Devie pun menambahkan, insiden ini jangan terlalu diperdebatkan apalagi dipolitisasi, karena tidak terlalu penting.

Seperti diwartakan, Presiden Jokowi menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah di Istana Negara kemarin (Selasa, 16/6), dengan mengenakan seragam militer. Pihak Istana mengatakan, Jokowi tidak sempat ganti baju setelah menghadiri latihan perang TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan. Begitu mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jokowi langsung menuju Istana.

Dalam sebuah pertemuan di Istana Negara 4 Juni lalu, pengamat militer Universitas Pertahanan, Salim Said sudah mengkritik kebiasaan Presiden Jokowi mengenakan seragam militer. Salim dengan keras mengingatkan bahwa Jokowi berasal dari warga sipil, namun sebagai Presiden, Jokowi adalah penguasa tertinggi TNI, meski tanpa mengenakan seragam. "Saya ingatkan Pak Jokowi dengan hormat dan rendah hati, jangan membiasakan menggunakan pakaian militer. Beliau (Jokowi) itu kan sipil," kata Salim. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya