Berita

Priyo Budi Santoso/net

Wawancara

WAWANCARA

Priyo Budi Santoso: Kedatangan Saya Untuk Menguatkan Islah Yang Sudah Disepakati Bersama

RABU, 17 JUNI 2015 | 11:24 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hadirnya Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Jakarta, Priyo Budi Santoso dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar Munas Bali, Jumat (12/6) lalu, masih menyisakan pertanyaan.

Apakah Priyo hadir sebagai utusan kubu Agung Laksono? Ataukah hanya inisiatif sendiri? Apakah Priyo dan Agung Laksono sudah nggak seirama lagi, ataukah Priyo sudah men­dukung Aburizal Bakrie?

Menanggapi hal itu, Priyo Budi Santoso mengatakan, kedatan­gannya ke pembukaan Rapimnas karena dirinya merupakan Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Riau 2009.


"Apalagi sudah ada islah menghadapi pilkada serentak, 9 Desember 2015, tentu nggak ada salahnya menghadiri pembu­kaan Rapimnas tersebut. Ini kan hanya silaturahmi biasa saja," papar Priyo kepada Rakyat Merdeka, Senin (15/6).

Berikut kutipan lengkapnya:

Kehadiran Anda di pembu­kaan Rapimnas itu mewakili kubu Agung Laksono?
Saya di sana bukan mewakili kubu hasil Munas Ancol. Tapi inisiatif sendiri. Suasananya kan sudah islah yang digagas Pak JK (Jusuf Kalla). Begitu juga langkah-langkah yang dilakukan senior lainnya seperti Pak Akbar Tandjung dan Pak BJ Habibie patut diapresiasi.

Makanya positif juga bagi saya untuk menghadiri dan menghormati undangan yang dikirimkan kepada saya. Ini positif untuk semakin menguatkan jalan islah dan kerja sama yang lebih konkret.

Bukankah ini bisa men­imbulkan spekulasi bahwa Anda mendukung Aburizal Bakrie?
Ini kan Rapimnas hasil Munas Riau, saya diundang karena se­bagai Ketua DPPPartai Golkar. Ini undangan personal karena saya jadi pengurus.

Apa tanggapan Agung Laksono?
Nanti akan saya sampaikan dengan Pak Agung. Rapimnas itu kan ajang silaturahmi. Ini untuk menguatkan apa yang sudah diteken Pak Agung dan Pak Aburizal Bakrie.

Apa Anda masih seirama dengan Agung Laksono?
Tentu. Saya menghadiri pem­bukaan Rapimna situ tidak perlu disalahtafsirkan. Alasannya kan sudah disampaikan tadi.

Seandainya kubu Agung Laksono mengadakan acara, apa kubu Aburizal Bakrie akan hadir?
Kami harapkan mereka hadir bila dilaksanakan perhelatan nasional di pihak kami.

Apa ada pembicaraan khusus dengan Aburizal Bakrie?
Saya sempat berbicara dengan Pak Aburizal sekitar 15 menit. Saya menyampaikan pandangan saya mengenai jalur islah ini. Jalur kerja sama ini harus lebih dikonkretkan dengan lebih permanen.

Bagaimana tanggapan Ical?
Pak Aburizal Bakrie sependi­rian dengan kami mengenai islah itu. Tentu nanti akan saya sam­paikan kepada Pak Agung.

Apa ada rencana Aburizal ketemu Agung?
Tentu. Kalau kedua pemimpin ini bertemu, saya kira suasan­anya akan lebih adem. Sebab, keduanya bisa berbicara dari hati ke hati. Sudah saatnya sekarang semua pihak berkonsentrasi un­tuk mengikhtiarkan kerja sama yang konkret. Saya yakin Pak Aburizal dan Pak Agung sudah sepandangan mengenai itu.

Apa mungkin itu dilakukan?
Saya menangkap sinyal ke arah sana ada.

Kedua kubu terus melaku­kan pergerakan, termasuk memperebutkan kantor DPP di Slipi, bagaimana?
Polemik mengenai kantor dan seterusnya, lebih baik disudahi saja. Saya mohon tidak melaku­kan langkah-langkah yang bisa memanaskan dan mengganggu proses rekonsiliasi ini. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya