Berita

PANGI SYARWI CHANIAGO/net

SBY Saja Tak Pernah Berpakaian Militer saat Terima Tamu di Istana

RABU, 17 JUNI 2015 | 10:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Jokowi mendapat kritikan keras karena 'doyan' mengenakan seragam militer. Jokowi sendiri adalah presiden berlatar bekalang sipil yang pernah menduduki jabatan walikota Solo dan Gubernur Jakarta.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan, langkah Jokowi menerima tamu di Istana dengan berpakaian seragam militer adalah blunder. Apalagi kalau tamunya dari ormas agama atau yang dianggap punya wibawa dan dihargai di republik ini.

"SBY saja yang berlatar belakang militer, enggak pernah menyambut tamu dengan pakaian seragam militer," ujar Pangi saat dihubungi redaksi, Rabu (17/6).


Ipang sebelumnya menjelaskan, ada dua pesan yang ingin disampaikan Jokowi lewat simbol militer yang ia kenakan. Pertama, pemimpin dari latar belakang sipil terkadang jauh lebih otoriter dalam mengelola negara dibandingkan pemimpin dari latar belakang militer. Kedua, pesan yang ingin disampaikan Jokowi adalah memulai dan menampakkan gaya pemerintahan garis komando.

Presiden Jokowi menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah di Istana Negara kemarin (Selasa, 16/6) dengan mengenakan seragam militer. Pihak Istana mengatakan, Jokowi tidak sempat ganti baju setelah menghadiri latihan perang TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan. Begitu mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jokowi langsung menuju Istana.

Dalam sebuah pertemuan di Istana Negara 4 Juni lalu, pengamat militer Universitas Pertahanan, Salim Said mengkritik kebiasaan Presiden Jokowi mengenakan seragam militer. Salim dengan keras mengingatkan bahwa Jokowi berasal dari warga sipil, namun sebagai Presiden, Jokowi adalah penguasa tertinggi TNI, meski tanpa mengenakan seragam.

"Saya ingatkan Pak Jokowi dengan hormat dan rendah hati, jangan membiasakan menggunakan pakaian militer. Beliau (Jokowi) itu kan sipil," kata Salim. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya