Berita

Mahfudz Siddiq/net

Wawancara

WAWANCARA

Mahfudz Siddiq: Sutiyoso Jadi Kepala BIN Sangat Tergantung Hasil Uji Kelayakan

SELASA, 16 JUNI 2015 | 09:35 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Di saat banyak desakan agar Sutiyoso mundur dari jaba­tannya sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatu­an Indonesia (PKPI), Komisi I DPR telah membuat ancang-ancang fit and proper test terhadap calon tunggal Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu pada 23-26 Juni 2015.

Pertanyaannya, apakah Sutiyoso akan mundur sebelum fit and proper test atau setelah ditetapkan menjadi Kepala BIN. Yang jelas, Bekas Pangdam Jaya itu memang sudah mempersiap­kan akan mundur dari jabatan­nya di PKPI.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah merasa yakin bekas Gubernur DKI Jakarta itu akan mudah melalui fit and proper test asal melepaskan posisinya sebagai politisi.


Bagaimana tanggapan Komisi I DPR yang bertugas melaku­kan fit and proper tes terhadap Sutiyoso? Simak wawancara dengan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, kemarin;

Kapan akan dilakukan fit and proper test?
Komisi I DPR kemungkinan besar akan menggelar uji ke­layakan dan kepatutan terhadap calon Kepala BINpada 23-26 Juni 2015. Tentunya setelah dilakukan paripurna pembacaan surat masuknya pengajuan Sutiyoso ke DPR yang akan dilaksanakan pekan ini.

Apa akan diloloskan DPR?
Kemungkinan lolos atau tidaknya Sutiyoso sebagai Kepala BIN, saya nggak bisa menjamin. Lihat nanti saat fit and proper test. Untuk menin­daklanjuti itu kami menunggu paripurna.

Setelah itu akan digelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) atau rapat pengganti Bamus yang digelar satu atau dua hari pasca paripurna. Kemudian Komisi I DPR akan memper­siapkan uji kelayakan terhadap Sutiyoso.

Bagaimana mekanismenya?
Kami akan persiapkan me­kanisme fit and proper test. Kalkulasi kami fit and proper ini baru bisa dilaksanakan antara 23-26 Juni. Persisnya kapan, itu akan tunggu kepastian.

Kira-kira Sutiyoso lolos da­lam fit and proper test?
Semua itu tergantung pada pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan.

Jika, yang bersangkutan memiliki visi dan misi yang ba­gus tentang BIN, dan mampu menjawab pertanyaan anggota dengan baik. Maka, besar ke­mungkinan lolos.

Apa yang Anda lakukan menjelang fit and proper test?

Komisi I DPR sebagai mitra BIN akan mempelajari ter­lebih dahulu terkait pemilihan Sutiyoso sebagai calon Kepala BIN tersebut. Saat fit and proper test kan harus kita lihat, cocok nggak. Tapi orangnya gaul, co­cok jadi Kepala BIN, kan kalau intel harus gaul orangnya.

Menurut Anda Sutiyoso co­cok menjadi Kepala BIN?
Saya sih menilai Sutiyoso merupakan sosok yang cukup berpengalaman dalam dunia intelejen. Kalau menurut saya dia baik, punya pengalaman yang cukup di dunia militer, dan punya latar belakang intelijen.

Bagaimana usia Sutiyoso?
Walau sudah berumur, seki­tar 70 tahun, namun Sutiyoso memiliki pergaulan yang luas. Beliau orangnya gaul walaupun sudah cukup berumur.

Apa harapannya?
Yang terpenting sosok Sutiyoso jangan sampai menimbulkan pole­mik dan gesekan di masyarakat.

Beragam tanggapan publik terhadap pencalonan Sutiyoso, ini bagaimana?
Berbagai tanggapan yang mun­cul, itu hal yang wajar.Keberagaman pandangan ini sebagai bentuk kebebasan pendapat. Kita hargai sebagai ruang kebebasan berekspresi.

Mengenai tudingan adan­ya pembagian jatah jabatan pentingterhadap orang di sekitar Presiden?

Saya nggak mau berkomentar mengenai itu. Silakan tanya ke­pada Presiden. Kami tidak dalam posisi untuk menilai apakah ini bagi-bagi jatah atau bukan. Itu penilaian dari publik saja. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya