Berita

Apung Widadi/net

Politik

Seolah-olah DPR Mengukur Rakyat dengan Uang

MINGGU, 14 JUNI 2015 | 14:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai DPR RI telah memplesetkan pasal 80 huruf j UU MD3, yang mengatur hak pengusulkan dan memperjuangkan pembangunan daerahnya alias dana aspirasi.

Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA, Apung Widadi mengatakan, dana aspirasi sebenarnya usulan DPR periode sebelumnya, tapi gagal diwujudkan karena besarnya penolakan rakyat.

"Ketentuan bahwa DPR berhak mengusulkan dan memperjuangkan pembangunan di daerah pemilihannya, kemudian diterjemahkan, diplesetkan DPR, dengan anggaran Rp 20 miliar," kata Apung dalam diskusi tentang dana aspirasi DPR di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (14/6).


Padahal menurutnya, masyarakat membutuhkan tidak sekedar uang untuk anggaran fisik. Yang dibutuhkan rakyat di daerah adalah pelayanan kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Tapi dengan munculnya angka Rp 20 miliar setiap anggota DPR per tahun, mengindikasikan DPR mengukur rakyat dengan uang.

"Tapi seolah-olah DPR itu melihat masyarakat di daerah itu mata duitan, seolah-olah mereka hanya butuh uang saja. Alih-alih dana aspirasi masyarakat, mereka mengeruk APBN Rp 11,5 triliun (total) per tahun," tegasnya dilansir dari JPNN.

Karena itu, sejalan dengan munculnya dana aspirasi, pekan depan FITRA akan meminta transparansi dana reses sesuai UU KIP. Hal ini menurutnya penting untuk menguji kesiapan DPR menjalankan dana aspirasi.

"Ini penting untuk menguji, siap gak mereka menggunakan dana aspirasi, sedangkan dana reses saja tidak beres. Kalau DPR pintar, sekarang sedang dibahas revisi UU Perimbangan Keuangan Daerah, harusnya ini yang dipercepat untuk perjuangkan porsi anggaran untuk daerah, bukan dana aspirasi," jelasnya.

Karena itu, Apung mendorong sebaiknya DPR fokus meningkatkan kinerja untuk memperbaiki regulasi fiskal keuangan pusat dan daerah. Karena kinerja DPR menuntaskan prolegnas juga belum jelas hasilnya. [rus/fat/jpnn]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya