Berita

Amelia Anggraini/net

Amelia Minta Jokowi Sahkan RPP Jaminan Pensiun

MINGGU, 14 JUNI 2015 | 08:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi IX DPR RI meminta Presiden Jokowi untuk segera mensahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Jaminan Pensiun. Pasalnya, pada 1 Juli 2015, RPP tersebut harus sudah diberlakukan.

"Pak Jokowi harus segera sahkan RPP Jaminan Pensiun," tegas Anggota Komisi IX Amelia Anggraini di Jakarta, Minggu (14/6).

Lambannya proses pengesahan RPP itu, menurut Amelia, karena tarik menarik soal iuran Jaminan Pensiun (JP) yang belum ada titik temu antara Kemenaker (dan DJSN), Kemenkeu, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Kemenaker dan DJSN mengusulkan 8 persen, Kementerian Keuangan usul 3 persen, namun Apindo meminta 1.5 persen.


Menurutnya, besaran iuran JP 8 persen sudah rasional. Iuran awal 8 persen bisa memenuhi amanat Pasal 39 UU 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yaitu pekerja yang pensiun bisa memenuhi kebutuhan hidup layak.

"Kalau iuran 3 persen, apalagi 1.5 persen, sangat jauh untuk memenuhi hidup layak buruh yang pensiun nanti," ujarnya.

Politisi NasDem ini mengatakan bahwa di Indonesia, iuran Jaminan Pensiun yang akan dimulai 1 juli 2015 nanti tidak disubsidi APBN, namun hanya pengusaha dan pekerja saja yang mengiur.

Mengenai iuran JP, ia meminta Presiden harus tegas menyatakan bahwa 8 persen sebagai iuran awal.

"Iuran awal 1.5 persen yang diusulkan Apindo merupakan masalah bagi buruh ketika pensiun nantinya," katanya.

Dikatakannya, dengan iuran 1.5 persen, maka buruh yang pensiun beserta keluarganya akan sulit mencapai kehidupan yang layak. Merujuk UU 40/2004 Pasal 39 yang mengamanatkan program pensiun harus bisa memenuhi kebutuhan layak buruh yang pensiun beserta keluarganya.

"ILO saja sudah memberikan standar bahwa pekerja yang pensiun paling rendah menerima 40 persen dari rerata upah terakhir. Kalau 1.5 persen atau 3 persen yang diusulkan Apindo, maka akan sulit mencapai minimal 40 persen," tukas legislator asal Jateng VII ini. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya