Berita

Mirah Sumirat/net

ASPEK Indonesia: Ahok Jangan Koar-koar Klaim Pro Buruh

UMP DKI Harusnya di Kisaran 5-7 Juta
MINGGU, 14 JUNI 2015 | 07:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia, Mirah Sumirat menyampaikan bahwa upah minimum buruh atau UMP (upah minimum provinsi) di DKI Jakarta seharusnya di kisaran Rp 5 hingga Rp 7 juta per bulan.

Demikian disampaikan Mirah dalam workshop pengupahan ASPEK Indonesia yang diikuti oleh para pengurus Aspek Indonesia dari lintas daerah di Jakarta, Sabtu (13/6) kemarin.

Menurut Mirah, upah tersebut didasarkan pada gaji sopir Busway yang digaji Rp 7 juta serta berdasarkan kebutuhan hidup di Ibukota sebagai kota metropolitan yang makin hari makin tinggi.


"Jadi sangat aneh jika upah minimum di Jakarta masih di bawah Rp 3 jutaan," cetus Mirah yang menyindir kebijakan Pemprov DKI yang selalu menetapkan upah yang rendah.

Mirah juga menambahkan, dengan gaji Rp 3 jutaan di Jakarta tidak akan mungkin bisa hidup secara layak. "Karena kita tahu bahwa biaya sewa rumah, transportasi, makanan dan minuman sangat mahal di Jakarta." ungkapnya.

Lebih lanjut Mirah menyampaikan, bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok harus serius menaikkan gaji buruh di Jakarta secara layak diangka  Rp 7 juta.

"Ahok jangan koar-koar aja, mengklaim pro buruh dan wong cilik tapi gaji buruh Jakarta lebih rendah di bawah gaji buruh di Kerawang dan Bekasi," cetusnya lagi.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang juga anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta, Aryana Satria menyatakan, bahwa kenaikan upah minimum di Jakarta setidaknya perlu naik sekitar 20 persen.

"Hal ini didasarkan pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Jakarta yang lebih tinggi dari Bekasi dan Karawang, namun upah di DKI lebih rendah," katanya menanggapi pemaparan Mirah dalam diskusi tersebut. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya