Berita

gedung dpr/net

Politik

DANA ASPIRASI DPR

DPR Jangan Cengeng, Gaji Anda Sudah Lebih dari Cukup

JUMAT, 12 JUNI 2015 | 06:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Usulan dana aspirasi anggota DPR RI sebesar Rp 11,2 triliun atau Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar setiap anggota per tahun, sangat mencederai aspirasi rakyat yang saat ini masih berada dalam kondisi kehidupan ekonomi yang sangat memprihatinkan.

"Selain itu usulan dana aspirasi tersebut tidak sebanding dengan kinerja, produktivitas  dan hasil yang dicapai oleh anggota DPR," ujar analis ekonomi & politik Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Pihaknya mencatat, anggota dewan periode 2014-2019 sekarang ini ketika melakukan sidang paripurna penetapan anggota komisi dan alat kelengkapan dewan Oktober 2014 yang lalu, anggota yang membolos sebanyak 162 anggota.


"Dalam fungsi legislasi belum ada satupun Rancangan Undang-Undang (RUU) yang disahkan dalam masa tugas yang hampir 9 bulan ini, berbeda dengan DPR periode sebelumnya, ketika masa kerja 1 tahun telah mensahkan 8 RUU dari Prolegnas menjadi UU," kata Andy membandingkan.

Selain itu menurutnya, seperti dilansir dari Independent Parliamentary Standards Authority (IPSA) dan Dana Moneter Internasional (IMF), gaji anggota DPR berada di peringkat keempat terbesar di dunia, dan bahkan mengalahkan gaji anggota parlemen Amerika Serikat. Gaji anggota DPR RI totalnya mencapai 18 kali dari pendapatan per kapita penduduk Indonesia.

Andy berpendapat bahwa dari data tersebut, seorang anggota DPR yang duduk di kursi legislatif dalam setahun bisa memiliki pendapatan 65 ribu dolar AS atau sekitar Rp 780 juta di luar gaji ke-13, dana reses atau aspirasi daerah pemilihan, insentif setiap kali ikut membahas RUU.

"Makanya ketika disetujui usulan dana aspirasi tersebut, setiap anggota akan mengantongi kurang lebih Rp 22 miliar per tahun, dikalikan 555 jumlah anggota DPR, total negara akan mengeluarkan anggaran Rp 12,3200 triliun per tahun," bebernya.

Andy berpendapat bahwa angka tersebut cukup fantastis, karena dengan anggaran tersebut setahun pemerintah dapat membangun lebih kurang 100 ribu sekolah dan balai latihan kerja (BLK) di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu dana yang besar itu bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur di daerah-daerah terpencil.

Ia menghimbau agar rencana tersebut dapat ditinjau ulang lagi, para anggota dewan harus mempunyai rasa sensitif dan berempati dengan segala permasalahan rakyat, dikarenakan dengan pendapatan dan fasilitas yang didapat saat ini sudah lebih dari cukup, seharusnya anggota dewan tidak cengeng untuk mengemis mengusulkan dana aspirasi yang jumlah cukup fantastis tersebut.

"Perlu ada karya nyata dan hasil maksimal yang ditunjukkan sebagaimana janji-janji yang disampaikan oleh para anggota DPR tersebut ketika masa kampanye pemilu lalu, agar rakyat tidak berpandangan anggota DPR wan prestasi terhadap konstituennya," demikia Andy. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya