Jennifer Lopez (Jlo) digugat karena dianggap terlalu seksi saat mengisi acara Mawazine World Rhythms International Music Festival di Rabat, Maroko, pada 29 Mei lalu.
Pada acara tersebut, Jlo mengenakan bodysuit, stoking fishnet transparan dan boots dengan hak stiletto. Penampilannya bahkan disiarkan televisi nasional setempat, channel 2M.
Menurut laporan TMZ, sebuah kelompok eduÂkasi di negara tersebut pun menggugat sang diva karena telah "mengganggu ketertiban umum dan menodai kehormatan wanita".
Sementara menurut BBC, Perdana Menteri Maroko Abdelilah Benkirane juga memerÂintahkan investigasi terhadap penyiaran tersebut. Dia mendeskripsikan tayangan itu telah melanggar hukum audiovisual di negara Maroko, sekaligus mengatakan tayangan terseÂbut "sangat seksual", "penyimpangan yang serius", dengan menampilkan "adegan yang tidak terpuji".
Dia mengkritik penampilan Jlo yang terlalu seksual dan provokatif terhadap nilai moral dan agama masyarakat Maroko.
Perdana Menteri juga akan melakukan tindaÂkan hukum terhadap pihak-pihak yang bertangÂgung jawab atas tayangan tersebut.
Adapun Al-Arabyia News melaporkan bekas istri Marc Anthony ini bisa dijatuhi hukuman hingga dua tahun penjara, jika terbukti berÂsalah.
Akibatnya, para anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan, yang memerintah dengan aliran Islam konservatif, marah dan melimpahkan kesalahan pada Menteri KomuÂnikasi, Mustapha Khalfi, karena mengizinkan penampilan sang diva ditayangkan di TV.
Khalfi pun diminta untuk mundur dari jabatanÂnya, namun ia menolak dan memutuskan untuk menggelar rapat dengan pihak TV.
"Apa yang telah disiarkan sangat tidak bisa diterima dan melanggar hukum siaran," kicau Khalfi.
Tak hanya Jlo, Pharrell Williams dan Usher juga turut menghibur para penggemar di Festival Mawazine. Placebo dan Maroon 5 menyusul untuk tampil beberapa hari setelahnya. ***