Berita

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati/net

Wawancara

WAWANCARA

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati: Tantangan BIN Semakin Berat Ke Depan, Sebaiknya Sutiyoso Non Aktif Di Partai

KAMIS, 11 JUNI 2015 | 09:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi mengajukan Sutiyoso sebagai calon tunggal Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) kepada DPR. Apakah penunjukan ini tepat?

Pengamat Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati berpandangan, sebagai sosok purnawirawan TNI, Sutiyoso diharapkan masih memiliki ke­pekaan sebagai seorang perwira intel. Sebab, tantangan intelijen di era kekinian cukup berat, sehingga butuh profesionalitas tinggi untuk menanganinya.

Bagaimana dengan jabatan Sutiyoso sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)? Bukankah bisa menimbulkan konflik ke­pentingan?
Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati yang akrab disapa Nuning, kemarin:

Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati yang akrab disapa Nuning, kemarin:

Sutiyoso memimpin partai, apa ini tidak menimbulkan masalah ke depan?
Itu harus diantisipasi ya. Karena kemungkinan itu (masalah) pasti ada. Jangan sampai ada keputusan-keputusannya yang bisa dikaitkan dengan perannya di masa lalu (politisi).

Apa perlu Sutiyoso melepas­kan jabatannya sebagai Ketua Umum PKPI?
Saya rasa sebaiknya non ak­tif di partai, seperti Ibu Puan Maharani, sehingga bisa konsen­trasi sebagai Kepala BIN.

Apa Sutiyoso adalah calon yang tepat?
Sutiyoso memang sudah lama tidak di dalam sistem. Tapi semoga saja beliau masih memiliki kepekaan seorang perwira intel.

Seberapa strategis posisi ja­batan Kepala BIN saat ini?
Intelijen adalah mata telinga Presiden, sehingga memang dibutuhkan sosok yang cocok dengan Presiden dan menjiwai visi misi yang diemban pemer­intah yang dipimpinnya.

Tugas apa saja yang urgent dilakukan kepala BIN dalam konteks kekinian?

Yang terpenting adalah pen­guatan dalam penanganan po­tensi gangguan, ancaman faktu­al, gangguan nyata dan ambang gangguan harus benar-benar dilaksanakan secara serius dan profesional.

Cuma itu?
Intelijen dalam lingkup BIN itu juga harus koordinatif dan solutif. Penguatan kapasitas dan kapabilitas intelijen ke depan harus dilengkapi dengan pelati­han dan pendidikan.

Kenapa penekanannya pa­da penguatan kapasitas dan kapabilitas. Apa ada yang kurang dalam hal itu?
Pasalnya kian ke depan sistem keamanan dan pertahanan negara kian luas dan makin kompetitif.

Misalnya dalam hal apa?
Ke depan tantangannya bukan semata-mata hanya terkait soal intel intai dan tempur (Taipur). Tapi juga mengedepankan intel proxy dan juga cyber.

Seberapa berat tantangan yang akan diemban Kepala BIN ke depan?
Kepala BIN ke depan tantan­gannya lebih berat. Sebab anca­man terorisme dan separatisme makin besar. Apalagi dengan semakin terbukanya kita pada masuknya pengaruh asing mela­lui cyber.

Apakah di tangan Sutiyoso, BIN ke depan mampu meng­hadapi tantangan itu?
Tentu saja. Terpilihnya Sutiyoso sebagai Kepala BINsemo­ga tak menjadikan BIN mundur ke belakang dalam early warn­ing system.

Caranya?
Kepala BIN harus mampu membereskan kekurangan yang ada dalam internal BIN, baik sumber daya manusia (SDM) maupun software dan hardware BIN.

Selain itu?
Peningkatan kualitas SDM harus lebih komprehensif. Adakan peningkatan dalam latihan pendidikan dan pemetaan karier mereka. ***

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Progam Mudik Gratis Jadi Cara Golkar Hadir di Tengah Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:18

Kepemimpinan Intrinsik Kunci Memutus Kebuntuan Krisis Sistemik Bangsa

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:12

Sahroni Dukung Kejagung Awasi Ketat MBG Agar Tak Ada Kebocoran

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:07

Agrinas Palma Berangkatkan 500 Pemudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:05

KPK Bakal Bongkar Kasus Haji Gus Alex di Pengadilan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:35

Pemudik Boleh Titip Kendaraan di Kantor Pemerintahan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:28

Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang KM 259 Memakan Korban Jiwa

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:21

Contraflow Diberlakukan Urai Macet Parah Tol Jakarta-Cikampek

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:16

90 Kapal Lintasi Selat Hormuz Meski Perang Iran Masih Berkecamuk

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:15

Layanan Informasi Publik KPK Tetap Dibuka Selama Libur Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11

Selengkapnya