. Meski islah di antara dua kubu Partai Golkar yang sedang bertikai telah dijajaki dan langsung digawangi oleh senior Golkar Jusuf Kalla, namun belum ada kepastian kader bisa mengikuti Pilkada 2015.
Pasalnya, baik kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono belum menyepakati, kubu siapa nanti yang akan tandatangan calon kepala daerah Golkar ke KPU.
Tidak hanya itu, beredar wacana akan ada yang memboikot islah oleh kalangan tertentu.
"Memang sudah ada islah antara kedua kubu, tetapi kini ada wacana boikot islah. Pak Jusuf Kalla, saya kira belum berhasil menyatukan kedua kubu meski kemarin telah ada 4 poin kesepakatan," Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Nurul Arifin di Bandung, Selasa (9/6).
Nurul mengungkapkan, partai tidak dapat melarang bila ada kadernya yang ingin maju pilkada melalui jalur independen atau partai lain sekalipun.
"Ini merupakan konsekuensi kami. Mudah-mudahan hanya berlangsung sementara," ujarnya seperti dikabarkan
RMOL Jabar.
Nurul menambahkan, sebaiknya kader partai yang akan maju di pilkada 9 Desember mendatang, sebaiknya mendaftar di kedua kubu (Aburizal dan Agung) yang masing-masing membuka pendaftaran di daerah.
"Nanti ada dialog-dialog yang paling mungkin, dialah yang maju sebagai cabup atau cawabup," pungkas mantan anggota DPR ini.
Seperti diwartakan, JK sudah bertemu dengan Aburizal dan Agung. Ada empat poin kesepakatan dalam islah khusus Partai Golkar itu.
Pertama, setuju mendahulukan kepentingan Partai Golkar ke depan, sehingga ada calon kepala daerah yang diajukan.
Kedua, setuju untuk membentuk tim penjaringan bersama di daerah-daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, yang akan dilaksanakan Pilkada Serentak 2015, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
Ketiga, adapun calon yang diajukan maupun kriteria yang disepakati bersama.
Keempat, untuk mendapatkan calon yang diajukan Partai Golkar pada Juli 2015 usulan dari Partai Golkar ditandatangani oleh DPP Golkar yang diakui Komisi Pemilihan Umum (KPU).
[rus]