Berita

Ali Mahsun-Imam Nahrawi

Menpora Dukung Sinergi Pemuda dan PKL Kembangkan Ekonomi Rakyat

RABU, 10 JUNI 2015 | 02:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemuda Indonesia harus di garis terdepan menjaga dan mempertahankan kedaulatan ekonomi Bangsa untuk menghadapi pasar bebas Asean, MEA 2015. Ekonomi rakyat harus berkembang, maju dan unggul. Demikian juga padagang kaki lima (PKL) sebagai sumber ekonomi dan mata pencarian rakyat, mereka jangan digusur tapi harus ditata dan dibina.

"Saya mendukung sepenuhnya sinergi Pemuda dan PKL kembangkan ekonomi rakyat Indonesia untuk menegakkan kedaulatan ekonomi bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi saat menerima Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun di Kantor Kemenpora, Jakarta (Selasa, 9/6).

Oleh karena itu, lanjut Menteri Imam, Kemenpora akan mendukung penuh agenda 'Apel Daulat Ekonomi Rakyat Hadapi MEA 2015' yang diselenggaraka oleh PKL bersama Pemuda Indonesia pada awal Agustus 2015 jelang Dirgahayu RI ke-70.


Ali Mahsun sendiri mengungkapkan, atas nama PKL di seluruh tanah air, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menpora Imam Nahrawi yang berkenan dengarkan aspirasi PKL, serta mendukung apel daulat ekonomi rakyat yang mereka akan lakukan.

"Kami juga akan lakukan silaturrahmi dengan kekuatan elemen bangsa yang lain, tak terkecuali silaturrahmi dengan KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantiyo. Bagi APKLI, kedaulatan ekonomi bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah harga mati. Untuk itu, APKLI terus lakukan percepatan gerilya ekonomi PKL dan merangkul segenap pemangku kepentingan bangsa yang lain. APKLI konsisten tetap jadikan pemerintah sebagai mitra strategis APKLI dalam menata dan memberdayakan PKL sesuai amanah Perpres RI 125/2012," tegas Ali Mahsun.

PKL dan pemuda, kata dia, wajib jadi di garda depan menjaga dan melindungi ekonomi dan mata pencarian rakyat. Juga usaha PKL dan UKM Indonesia.

"Ini penting dan strategis dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan ekonomi bangsa hadapi MEA 2015 dan liberalisasi ekonomi lainya. Silahkan investasi asing masuk dan berekonomi di Indonesia karena hal tersebut juga dibutuhkan untuk memutar turbin perekonomian nasional. Namun harus tetap pada koridor kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia, tidak boleh merongrong atau mematikan ekonomi dan mata pencarian rakyat, tidak terkecuali usaha PKL dan UKM Indonesia," demikian Ali Mahsun. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya