Berita

jokowi/net

Jokowi Minta Pemakaian Produk Dalam Negeri Tidak Lagi Diajak Tapi Dipaksakan

RABU, 10 JUNI 2015 | 01:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Jokowi masih banyak melihat proyek-proyek yang semestinya bisa dikerjakan dengan menggunakan produk dalam negeri tetapi pada praktiknya digunakan produk-produk impor. Akibatnya, banyak kapasitas industri, kapasitas pabrik yang seharusnya bisa 90-100 persen, hanya berproduksi 40-60 persen.

Saat memimpin rapat terbatas mengenai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (9/6), Jokowi meminta jajaran pemerintah untuk menjadikan konsen bersama, baik di kementerian, lembaga dan juga BUMN, agar pemakaian produk-produk dengan kandungan lokal ini betul-betul bukan diajak lagi tetapi dipaksa.

"Untuk mencapai tujuan itu perlu penyesuaian regulasi-regulasi yang secara sistematis nantinya apa yang kita ingin lakukan, itu betul-betul bisa dilaksanakan," kata Kepala Negara mengingatkan.


Sebelumnya saat mengawali pengantar pada rapat terbatas itu, Presiden mengingatkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hendaknya lebih menekankan pada produktifitas yang didukung oleh industri yang kuat.

"Jangan sampai sampai ekonomi kita berbasis konsumsi karena apapun nilai tambah ada di sisi produksi, di sisi pengembangan industri dalam negeri," tutur Jokowi seperti dikabarkan Humas Setkab.

Untuk itulah, ia mengingatkan pentingnya penggunaan produksi dalam negeri. Jangan sampai kapasitas pabrik yang seharusnya bisa 90-100 persen, hanya berproduksi 40-60 persen. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya