. Setelah PSSI dibekukan Menpora Imam Nahrawi dan Indonesia dihukum FIFA, masyarakat menginginkan supaya dugaan mafia sepakbola di tanah air segera dibongkar. Setelah itu, barulah federasi yang baru dibentuk.
Demikian hasil polling terbaru Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (kedaiKOPI), yang dilakukan 2 hingga 7 Juni 2015, terkait kondisi terakhir polemik sepakbola Indonesia setelah dijatuhkan sanksi oleh FIFA pada 30 Mei lalu.
Jurubicara KedaiKOPI, Hendri Satrio menerangkan, masyarakat sendiri terbelah dalam menyikapi hukuman dari FIFA tersebut. Sebagian mendukung langkah Menpora untuk mereformasi total sepakbola termasuk di tubuh federasi, sebagian yang tetap menghendaki sepakbola diurus sepenuhnya oleh PSSI.
"Dalam kondisi yang 'beku' ini, mayoritas pengunjung situs berharap agar dugaan adanya mafia sepakbola dapat segera dibongkar. Setelah itu, barulah dibentuk federasi baru. Dari total 735 suara, yang memilih opsi ini sebanyak 377 atau 51,29 persen," sebut Hendri Satrio kepada redaksi, Minggu (7/6).
Suara terbanyak kedua, 246 (33,47 persen) lanjut dia, adalah pengunjung situs yang menginginkan federasi baru dibentuk dengan orang-orang baru di dalamnya. Hanya 70 suara (10,34 persen) yang berharap urusan sepakbola dikembalikan kepada PSSI dengan pengurusnya yang lama. Sisanya, 36 suara (4,9 persen), memilih jawaban apatis "terserah, yang penting juara".
"Saat ini publik menginginkan tindakan nyata. Selama ini isu mafia sepakbola, match fixing, selalu sebut-sebut sebagai biang kehancuran sepakbola Indonesia, tapi siapa pelaku-pelakunya, siapa-siapa yang terlibat, belum pernah terungkap," beber Hendri Satrio.
Baru-baru ini sejumlah petinggi FIFA ditangkap polisi dan FBI di Swiss. Artinya, dugaan bahwa FIFA selama ini adalah sarang korupsi dan praktek bisnis yang kotor mulai terkuak.
"Melalui hasil polling masyarakat dicitrakan berharap dugaan pembongkaran dugaan mafia juga bisa dilakukan Indonesia," demikian Hendri Satrio.
KedaiKOPI telah menggelar beberapa survei tatap muka di beberapa Provinsi di Indonesia tentang kepuasan terhadap kinerja lembaga negara seperti Presiden, DPR, DPD, Pemerintah Provinsi termasuk Partai Politik dan Menteri Kabinet Kerja.
KedaiKOPI juga beberapa kali menggelar polling melalui situs www.unegunegpolitik.com dan ‎www.kedaikopi.co seperti wacana perombakan kabinet, kinerja kabinet, jatah komisaris relawan, sikap Menteri Pemuda dan Olahraga terhadap PSSI serta figur kepala daerah yang berpotensi menjadi pemimpin nasional.
KedaiKOPI merupakan lembaga diskusi dan kajian yang menghimpun dan menyuarakan opini publik terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi semua stake holder di masyarakat dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang terkait dengan kepentingan publik.
[rus]