Berita

Malik Haramain/net

Politik

Politisi PKB: Desakan Audit KPU Adalah Pemaksaan

MINGGU, 07 JUNI 2015 | 11:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Desakan Pimpinan Komisi II pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapatkan perlawanan. Partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menegaskan menolak rencana tersebut.

Politikus PKB Malik Haramain khawatir pemeriksaan itu bisa mengganggu kinerja KPU jelang Pilkada 2015. Selain itu, tak usah diminta, BPK sudah melakukan audit pada KPU setiap tahunnya.

Menurut Malik, permintaan audit yang disampaikan oleh pimpinan Komisi II itu tidak tepat. Lantaran memeriksa aliran uang yang keluar dan masuk di lembaga negara sudah tugas dari BPK.


"Jadi tidak usah di dorong-dorong," papar anggota Komisi II DPR itu seperti dikabarkan JPNN, Minggu (7/6).

Dia mengatakan, desakan tersebut sudah merupakan bentuk pemaksaan. Sebab, selama ini laporan pemeriksaan KPU sudah disampaikan rutin oleh BPK ke DPR setiap tahunnya.

Berbeda jika lembaga auditor itu pernah menyampaikan hasil audit ke wakil rakyat. Dia mengaku mencium adanya motif lain dibalik permintaan pimpinan komisi II itu. "Ini lebay sekali. Ada kepentingan apa di balik itu," ujarnya.

Sebenarnya kecurigaan Malik cukup beralasan. Pasalnya, rencana audit itu disampaikan setelah usulan komisi II ditolak oleh KPU. Yakni terkait partai yang berkonflik peserta pilkada.

Dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 tahun 2015, lembaga penyelenggara pemilu itu memberikan syarat bagi parpol yang berperkara. Yang pertama menunggu sampai ada putusan incraht dari pengadilan dan meminta partai untuk islah.

Namun, karena putusan tetap pengadilan masih butuh proses panjang dan jalan islah kemungkinannya kecil, maka pimpinan komisi II meminta syarat itu ditambah. Yakni pada poin ketiga yakni KPU diminta untuk melihat putusan terakhir pengadilan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya