Berita

Maneger Nasution/net

Komnas HAM Terus Pantau Penanganan Tiga Kader IMM yang Terbakar

MINGGU, 07 JUNI 2015 | 09:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Kepolisian Kota Medan meminta maaf kepada publik atas berulangnya kembali dugaan kekerasan kepolisian terhadap gerakan aksi mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

"Akan elok sekiranya kepolisian juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, misalnya mengurus dan membiayai korban luka-luka," kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution kepada redaksi, Minggu (7/6).

Kemarin (Sabtu, 6/6), IMM Kota Medan menggelar aksi mendesak agar Presiden Jokowi mundur dari jabatannya karena dinilai gagal dalam memimpin, aksi yang digelar di Jalan Balaikota Medan itu juga sebagai solidaritas terkait penembakan kader IMM di kawasan Istana Jakarta pada 1 Juni lalu. Aksi itu berakhir bentrok, dan mengakibatkan tiga kader IMM Medan terbakar di bagian tubuh. Yang mengalami luka bakar paling parah adalah Muhammad Riswan Aswadi, sedangkan dua mahasiswa lainnya, Aulia Asmul Fauzi dan Sapta Lestari mengalami luka bakar di wajah dan kaki.


Maneger Nasution juga meminta kepolisian untuk mengklarifikasi ke publik terkait dengan dugaan kekerasan terhadap mahasiswa IMM pada aksi unjuk rasa itu.

"Komnas HAM akan terus memantau penanganan peristiwa itu. Komnas HAM ingin memastikan apakah tindakan kepolisian dalam menangani aksi mahasiswa IMM itu, sudah sesuai dengan perspektif HAM. Sekira nanti ditemukan pelanggaran, Komnas HAM tentu akan merekomendasikan kepada pemangku kepentingan luntuk meminta pertanggungjawaban pelaku baik secara etik/disiplin maupun pidana," ungkapnya.

Menurut Maneger Nasution, Komnas HAM terus-menerus mengingatkan bahwa sebagai lembaga negara, Komnas HAM berwenang melakukan pengawasan untuk memastikan apakah penanganan pihak kepolisian terhadap hak untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat di muka umum sudah sesuai dengan prosedur, khususnya Peraturan Kapolri (Perkap) No 8/2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara RI.

"Komnas HAM mendorong kepolisian Medan, dalam menangani aksi, apalagi mahasiswa IMM, di samping harus profesional, independen dan humanis sesuai Perkap No 8/2009, juga ada baiknya bersahabat dengan mahasiswa IMM. Mohon dicamkan betul kepolisian baru kita hari ini lahir dari rahim reformasi yang notabenenya hasil perjuangan mahasiswa," demikian Maneger Nasution. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya