Berita

Sri Sultan Hamengku Buwono X/net

Gubernur DIY Dukung Parlemen Tuntaskan RUU Kebudayaan

JUMAT, 05 JUNI 2015 | 04:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tim Kunjungan Spesifik Komisi X DPR RI mengadakan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakara (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X membahas sejumlah isu terkait RUU Kebudayaan. Dalam pertemuan tersebut komisi yang membidangi masalah pendidikan dan kebudayaan ini mendapat dukungan untuk menuntaskan produk legislasi yang sudah bergulir sejak periode 2009-2014 ini.

"Dalam pertemuan lebih dari dua jam tadi Pak Gubernur menyampaikan dukungannya agar RUU Kebudayaan bisa segera diselesaikan karena ini penting bagi langkah bangsa ke depan. Beliau juga siap menjadi narasumber kapan saja diperlukan termasuk apabila diperlukan untuk datang ke Jakarta (DPR)," kata Ketua Tim Kunspe Komisi X Ridwan Hisyam kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (4/6).

Politisi Fraksi Golkar ini menerima baik agar penuntasan RUU tidak perlu menunggu sampai seluruh pasal menjadi sempurna. "Ini masukan yang bagus juga, kalau menunggu ideal tidak akan pernah selesai. Kita ingin segera tuntas," papar dia seperti dilansir dari laman dpr.go.id.


Ridwan yang juga Wakil Ketua Komisi X ini membenarkan ada ironi dalam aturan perundang-undangan terkait kebudayaan. Saat ini sejumlah produk legislasi diantaranya UU Cagar Budaya, UU Bahasa, UU Perfilman telah berhasil diselesaikan, sementara payung besarnya yang seharusnya menjadi rujukan yaitu UU Kebudayaan mandeg.

Dalam kesempatan itu Sultan juga menyampaikan catatan penting untuk mengubah cara pandang bangsa dari budaya yang cenderung berorientasi continental menjadi maritim. Bahkan setelah proses amandemen UUD NRI 1945 keempat masalah kemaritiman masih belum menjadi perhatian bangsa.

"Kita ini negara maritim tapi budaya hidup kita menjauhkan kita dari kemaritiman. Kalau sejak awal kita menjadikan deklarasi Juanda sebagai rujukan maka hal ini tentu tidak akan terjadi karena konvensi internasional saja sudah mengakui bahwa Indonesia adalah negara maritim," demikian Gubernur. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya