. Presiden Jokowi sudah memulai pembangunan program satu juta rumah pada 29 April 2015 lalu yang berpusatkan di Ungaran, Jawa Tengah. Nantinya, pembangunan program satu juta rumah ini akan tersebar di beberapa provinsi Indonesia.
Untuk memuluskan program ini, pemerintah sudah menunjuk beberapa perusahaan dalam negeri untuk menyediakan bahan bangunan atau material building. Salah satunya, perusahaan bergerak di sektor material building yakni PT Benteng Cahaya Mas (BCM) dan PT Avian.
Penunjukkan perusahaan dalam negeri ini sebagai wujud peningkatan penggunaan produk lokal serta kepercayaan pemerintah.
Terlebih lagi saat ini ada pameran Indobuildtech Expo 2015 di Jakarta Convention Center (JCC) yang diselenggarakan oleh Debindo-ITE. Pameran ini dihadiri sebanyak 1.000 brand material bangunan dari dalam dan luar negeri, sehingga mampu membuka banyak sekali peluang belanja pengadaan material dan peluang bisnis.
"Untuk program satu juta rumah, produk kami yang dipakai adalah rangka atap baja ringan, itu dapat proyek di Lampung," ucap Direktur Operasional BCM Novia Budiman kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).
Novia menambahkan, pihaknya mendapat tugas dari pemerintah untuk memasok rangka atap baja ringan, guna membangun 1.000 rumah di Lampung secara bertahap.
Untuk perusahaan Avian sendiri, perusahaan cat ini mendapatkan penugasan langsung dari pemerintah untuk mendukung program satu juta rumah gagasan Presiden Jokowi.
"Salah satunya cat Avitex sudah dapat proyek 15 ribu rumah di Aceh. Ini kami ditunjuk langsung oleh pemerintah. Kami sangat dukung program pak Jokowi," papar Product Specialist and Specifier Avian Septian Anggra Setiawan di tempat yang sama.
Sekedar informasi, Presiden Jokowi menargetkan pembangunan satu juta rumah 2015 yang akan menyasar segmen masyarakat paling bawah hingga menengah atas. Rencananya akan dibangun 603.516 unit rumah sebesar 60 persen untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan 396.484 unit rumah sebesar 40 persen untuk Non-MBR atau menegah atas.
Kategori MBR adalah calon pembeli rumah merupakan pekerja formal berpenghasilan tetap maksimal Rp 7 juta per bulan untuk pembeli rumah susun, dan seseorang dengan penghasilan Rp 4 juta untuk calon pembeli rumah tapak (landed house).
Dari total jumlah MBR, tahap I dibangun sebanyak 331.693 unit, tahap II dibangun 98.020 unit dan tahap III dibangun 173.803 unit.
[rus]