Berita

Pengamat Militer: Langkah Danjen Kopassus Sikapi Bentrokan Patut Diapresiasi

RABU, 03 JUNI 2015 | 06:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Langkah Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo yang langsung memohon maaf kepada keluarga almarhum Serma Zulkifli, anggota Bintara Sarban Dislog Derma Mabes AU yang tewas akibat perkelahian dengan anggota Kopassus patut diapresiasi.

Demikian disampaikan pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 3/6).

Lebih-lebih, Doni juga memastikan akan menyantuni keluarga almarhum, membantu biaya hidupnya, serta sekolah anak almarhum. Doni juga bersikap tegas untuk mendalami keterlibatan anggotanya yang terlibat dalam insiden tersebut di halaman parkir karaoke Bima, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut.


Selain itu, Doni juga berterimakasih kepada Polres Sukohardjo dan Pom AU yang telah memberikan informasi sehingga Kopassus tidak kesulitan mengungkap peristiwa ini.

"Dan bagus sekali untuk selanjutnya kasus 100 persen diserahkan kepada Pomdam Diponegoro, dengan arahan Kasad tidak perlu dititupi," ungkap Susaningtyas.

Susaningtyas pun memuji visi brilian Doni yang menekankan agar prajurit menjaga silaturahmi, dan ketika berjumpa siapapun harus melakukan 3 S, yaitu senyum, sapa dan salam. Doni juga menekankan agar prajurit TNI tak melakukan 3 M, yaitu melotot, marah dan memukul.

Hal ini, tegas Susanungtyas, sangat bermanfaat bagi soliditas pasukan serta baik bagi hubungan silaturahmi dengan pihak-pihak lain, terutama dari matra TNI lain dan Polri serta komponen masyarakat. Sehingga tak perlu lagi ada peristiwa seperti baru kasus di Sukoharjo.

"Ini seharusnya dihayati oleh semua prajurit Kopassus," demikian Susaningtyas. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya