Berita

foto:net

Jamaah Naqsabandiyah di Batubara Dibubarkan Paksa

RABU, 03 JUNI 2015 | 01:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Puluhan jamaah Tarekat Naqsabandiyah diserang ratusan warga ketika menggelar shalat dan zikir bersama di Desa Mekar Laras, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Senin siang (1/6) kemarin.

Seperti dikabarkan MedanBagus.com, Selasa (2/6), penyerangan itu dilakukan warga untuk mengusir jamaah Tarekat Naqsabandiyah dari desa tersebut. Warga melempari tempat persulukan itu dan merusaknya.

Melihat ratusan warga desa yang mulai beringas, sebagian jamaah keluar menemui sejumlah tokoh agama setempat. Namun, banyak juga yang nekat tetap melakukan zikir bersama.


Meski jamaah telah menjelaskan mereka bukan aliran sesat, namun warga makin emosi. Mereka malah melakukan perusakan dan melempari jamaah dengan batu.

Puluhan polisi yang berada di lokasi tak berhasil mencegah kejadian itu. Untuk menghindari hal yang lebih parah lagi, polisi meminta jamaah untuk meninggalkan lokasi.

Proses evakuasi jamaah pun dilakukan dengan pengawalan ketat oleh petugas dari Polsek Labuhan Ruku dan Polres Batubara. Saat evakuasi berlangsung, ada seorang jamaah yang pingsan dan terpaksa harus ditandu keluar.

Salah seorang jamaah mengaku heran dengan pengusiran yang dilakukan warga. Pasalnya, kegiatan merupakan ajaran Islam yang benar dan tidak menyimpang.

"Kami hanya mengamalkan Tarekat Naqsabandiyah. Kami diserbu warga saat sedang salat dan zikir," ujar Ari, warga Desa Ujung Kubu, Kecamatan Tanjung Tiram.

Jamaah lainnya, Rosmida (55) mengatakan, jemaan Tarekat Naqsabandiyah bukan hanya warga pendatang, tapi banyak juga warga setempat. "Saya juga heran kenapa kami diusir, kami bukan aliran sesat," ujarnya.

Kepala Desa Mekar Laras, Muhammad Atan, mengatakan warganya sudah dua tahun menyoroti aktivitas jamaah tersebut.

"Masyarakat di sini sudah sangat resah. MUI Batubara juga telah memfatwakan sesat Tarekat itu. Kami sudah melarang, tapi mereka tetap membandel dan tetap maju terus menjalankan ajarannya," ucapnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, saat ini situasi sudah aman terkendali dan sudah kondusif. Para jamaah Naqsabandiyah dan masyarakat sudah meninggalkan tempat ibadah tersebut. Sementara lokasi dan tempat ibadah itu saat ini dijaga ketat oleh petugas kepolisian.

"Walau demikian tempat ibadah jamaah Naqsabandiyah sesuai keinginan masyarakat dipasang police line dan dijaga polisi. Kami turunkan 15 anggota Polres dan Polsek, 10 anggota Koramil dan 10 anggota Pol PP menjaga standby di lokasi," jelas Helfi.

Menurutnya, ajaran tarekat Naqsabandiyah yang dipimpin Ustadz Ifsan Tarmizi Juhdi dari Provinsi Bengkulu pernah difatwakan sesat oleh MUI Kabupaten Batubara.

"Para jamaah telah meninggalkan lokasi dan kembali ke rumahnya masing-masing. Pihak kepolisian Polres Batubara akan mengundang pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan di Polres Batubara pada hari Kamis tanggal 4 Juli 2015," pungkas Helfi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya