Berita

Habib Rizieq/net

Jika DPRD Diam, Habib Rizieq akan Rebut Paksa Balaikota dari Ahok

SELASA, 02 JUNI 2015 | 01:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kesabaran Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Shihab telah hilang dengan masih duduknya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Habib Rizieq, Ahok sudah tidak pantas lagi menjabat gubernur karena pernyataannya yang tidak beretika selama ini.

"Ahok sudah tidak dapat dibiarkan lagi memimpin DKI," ujar Habib Rizieq dalam orasinya di depan Gedung DPRD DKI, Jalan Kebin Sirih, Jakarta, Senin (1/6).


Ia menegaskan, DPRD harus segera menindaklanjuti laporan hak angket yang menyebutkan jika Ahok telah menyalahi undang-undang dan tidak beretika. DPRD harus segera melayangkan Hak menyatakan Pendapat (HMP) dan rapat paripurna untuk melengserkan Ahok.

"Sidang paripurna harus tetap digelar karena sesuai undang-undang laporan hak angket harus ditindaklanjuti. DPRD harus menjadi pembela rakyat bukannya menjadi jongos partai," tutur Habib Rizieq.

Apabila DPRD tidak mau dan mampu melengserkan Ahok, Rizieq mengatakan pihaknya akan merebut balaikota dengan cara kasar. Apalagi ditambah unjuk rasa damai yang dilakukan selama ini tidak ditanggapi.

"Jika tidak didengar, sekarang kita pulang rame-rame, kita asah golok, kita ambil alih balaikota, kita sudah cukup sabar selama ini," ungkapnya,

Seperti diberitakan RMOL Jakarta, pada Senin siang (1/6) lebih dari seratus orang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Jakarta melakukan unjukrasa untuk kesekian kalinya di depan DPRD DKI. Mereka yang berasal dari sejumlah Ormas seperti FPI, FBR, dan FUI tersebut memenuhi jalan Kebon Sirih menuntut Ahok lengser dari jabatannya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya