Berita

Lantik Staf Kantor Presiden, Luhut Nostalgia Saat Membentuk Dengultor di Kopassus

SENIN, 01 JUNI 2015 | 21:15 WIB | LAPORAN:

Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan mengaku bahagia mengawaki wadah baru di Kantor Kepresidenan yang bertugas membantu Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Dia pun bernostalgia ikut membentuk Detasemen 81 Penanggulangan Teror saat bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

"Kita tak mau negara rusak. Sekarang ini dunia sudah transparan. Kalau ada permainan macam-macam dengan fasilitas di Kantor Presiden ini, tak ada yang tidak diketahui," kata Luhut Panjaitan ketika melantik sejumlah pejabat dan tenaga professional di lingkungan Sekertariat Negara dan Staf Kepresidenan di Gedung III Setneg, Jakarta, Senin (1/6).


Luhut melantik dan mengambil sumpah 53 pejabat dan tenaga profesional terdiri enam tenaga ahli utama atau setingkat eselon I b, 14 tenaga ahli madya setingkat eselon  IIa, 18 tenaga ahli muda atau setingkat eselon IIIa dan 15 tenaga terampil setingkat eselon IIIa.

Dalam sambutannya, Luhut menegaskan, Kantor Staf Presiden memiliki sejumlah fungsi di antaranya, pengendalian pembangunan sesuai visi dan misi presiden, upaya komprehensif pelaksanaan program, pemantauan, pengelolaan isu strategis maupun penyajian data-data.
"Saya ini bertugas 30 tahun lebih di militer. Yang terpenting, di samping seseorang pintar dibutuhkan sikap loyal yang mampu bekerja dalam tim," bebernya.

Menteri Perindustrian semasa era Presiden Gus Dur ini menguraikan lagi, ketika tahun 80-an membentuk detasemen 81 penanggulangan teror (Dengultor) di satuan Kopassus. Menurut Luhut, kedua tugas itu, saat dinas di militer maupun memimpin kantor kepala staf presiden memiliki kesamaan.

"Butuh kerja tim. Dulu jika terjadi kesalahan, bisa ada anak buah bisa tertembak. Sekarang ini, jika terjadi kesalahan punya dampak yang luas, karena negara bisa rusak," imbuhnya.

Sekalipun begitu, dia menambahkan, para staf di Kantor Kepresidenan tidak usah takut dan ragu-ragu menjalankan tugasnya . Yang penting,  seluruh pejabat dan tenaga profesional mempelajari tugas pokok masing-masing dan menjalankannya sesuai koridor yang digariskan.  

"Jika terjadi suatu kesalahan tapi sudah dilakukan secara professional sesuai koridor, apapun yang terjadi  tanggungjawab saya," tandasnya.

Dia pun memesankan, para staf mengubah paradigma dengan menjalankan organisasi secara efisien dan efektif. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya