Berita

jokowi/net

Presiden Jokowi: KIP Tidak Boleh untuk Beli Pulsa

SABTU, 30 MEI 2015 | 12:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Widodo membagi-bagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Asistensi Disabilitas (KAD), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada warga Kabupaten Parigi Moutog, Sulawesi Tengah, Jumat (29/5) kemarin.

Kartu yang dibagikan Jokowi itu terdiri atas 117 KAD, 139 KKS, 126 KIP, dan 112 KIS. Presiden memanggil satu persatu perwakilan penerima kartu untuk menerima langsung kartu dari dirinya.

"Saya senang di Parigi dipanggil langsung lari, namanya lincah semangat di provinsi yang lain dipanggil tuh pasti saya tegur eh cepat. Ini nggak ada yang saya tegur, bagus," kata Jokowi mengomentari antusiasme penerima kartu yang langsung bergegas menuju panggung saat ia panggil namanya.


Kepada pemegang KIS, Presiden berpesan agar kalau sakitnya batuk, flu, cukup ke Puskesmas saja, jangan langsung ke rumah sakit. Ia menuturkan, kalau batuk-batuknya berat baru akan dirujuk Puskesmas ke Rumah Sakit.

"Dengan kartu ini tunjukan ke Rumah Sakitm tidak biaya. Tolong disampaikan pada saya kalau dengan kartu ini tidak dilayani dengan baik, hati-hati yang tidak melayani, disini aja bosnya rs namanya Bu Menteri  Kesehatan. Saya perintahkan  kalau ada suara yang tidak baik pegang ini harus dilayani dengan baik," tutur Kepala Negara.

Sementara saat membagikan KKS, Presiden Jokowi menyampaikan, kepada penerimanya diberikan Rp 200 ribu setiap bulan, dan untuk diambil 3 bulan sekali di Kantor Pos.

Untuk penerima KIP, Presiden Jokowi menjelaskan, untuk siswa SD diberikan bantuan Rp 450 ribu per tahu, SMP Rp 750 , dan SMA Rp 1 juta per tahun.

Presiden berpesan kepada para orang tua yang anak-anaknya memperoleh KIP, agar anak-anak belajarnya yang giat. Jangan hanya 1 jam, tapi 3 jam. Selain itu, ia minta agar habis subuh anak-anak belajar lagi.

"Saya titip kalau ambil uang diambil untuk beli buku, beli seragam, beli sepatu atau beli tas boleh. Tapi tidak boleh untuk beli pulsa. Ingat, ini tidak boleh untuk beli pulsa. Kalau untuk beli pulsa kartunya dicabut," pesan Kepala Negara.

Seperti dikutip dari Humas Setkab, tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F. Moelok, Menteri Perindustrian Saleh Husni, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya