Berita

Leo Nababan/net

Politik

GEJOLAK GOLKAR

Leo Nababan: Tidak Ada Islah yang Ada Hanya Kesepakatan Terbatas

SABTU, 30 MEI 2015 | 12:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol sekaligus Plt Ketua DPD Golkar Sumatera Utara, Leo Nababan mengatakan, Golkar Sumut sudah menyepakati bahwa tidak ada istilah islah (damai) dalam tubuh Golkar seperti yang tengah diwacakan di pusat. Pernyataan ini menanggapi rencana pertemuan islah kubu Aburizal Bakrie dengan kubu Agung Laksono yang diinisiasi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Kami sudah sepakat tidak ada istilah islah, yang ada kesepakatan terbatas soal pilkada. Syarat mutlak kader di Sumut menginginkan di pilkada yang tanda tangan adalah Ketum Agung Laksono dan Sekjen Zainuddin Amali," kata Leo usai memimpin Rapat Konsolidasi Pengurus Partai Golkar se-Sumut, di Medan Club, Jalan Kartini, Medan, Jumat (29/5) kemarin.

Dalam konteks pilkada, Leo menyebutkan KPU tidak boleh berlaku diskriminatif jika memutuskan mereka tidak boleh ikut pilkada. KPU menurutnya bisa mengambil contoh kisruh kepengurusan pada beberapa partai politik beberapa waktu lalu, yang akhirnya tetap bisa ikut pilkada itu adalah didasarkan pada pengakuan Menkumham dalam bentuk SK.


"Diambil contoh, dulu ada pertarungan di PKB antara alm Gus Dur dengan Muhaimin Iskandar dan beberapa partai lain. Siapa yang punya SK itu yang diakui, jadi nggak usah terlampau jauh-jauh KPU. SK dari pengadilan itu tidak ada," ujarnya seperti dikabarkan MedanBagus.com.

Diketahui kedua kubu di Partai Golkar sore ini dijadwalkan menandatangani kesepakatan islah jelang Pilkada di rumah Jusuf Kalla. Draf kesepakatan pun sudah ada di tangan mantan Ketum Golkar itu. Masing-masing kubu akan membawa saksi sebanyak 5 orang yang nantinya disebut Tim Kesepakatan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya