Berita

Sylviani Abdul Hamid/net

Diskriminasi dan Penindasan Rohingya Harus Dihentikan

SABTU, 30 MEI 2015 | 08:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rohingya terus berduka. Diskriminasi dan penindasan yang dilakukan penduduk mayoritas yang didukung pemerintah Myanmar telah menyisakan derita yang tak kunjung berakhir. Mereka diperlakukan tidak manusiawi, dibunuh, ditindas, bahkan sejak tahun 1982 hingga saat ini mereka tidak memiliki kewarganergaraan (stateless) layaknya manusia di dunia ini.

"Alasannya hanya karena mereka berbeda, karena mereka Muslim," kata Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center, Sylviani Abdul Hamid dalam rilisnya, Sabtu (30/5).

Perjalanan laut yang melelahkan dan membahayakan kerap menjadi pilihan akhir Rohingya untuk bisa menyelamatkan diri dari kekejaman penduduk dan pemerintah Myanmar.


"Keluar dari Myanmar dan menyelamatkan diri, itu hak hidup mereka. Namun, menjadi manusia perahu itu adalah pilihan berbahaya sekaligus mematikan. Ratusan bahkan ribuan Rohingya tewas dalam perjalanan laut mereka selama berbulan-bulan menuju negara persinggahan," sebut Sylviani.

SNH Advocacy Center sejak tahun 2012 telah melakukan advokasi hak-hak Rohingya, baik terhadap Rohingya di Arakan Myanmar (2013) maupun Rohingya yang ada di Indonesia (2012-2015). Saat ini Sylviani sedang berada Aceh dan Medan dalam rangka memberikan advokasi kepada Rohingya.

"Hasil advokasi di Aceh dan Medan insyaAllah akan disebarluaskan dalam bentuk buku dan novel kemanusiaan untuk memperluas informasi dan menggalang dukungan bagi Rohingya. SNH Advocacy Center memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia," demikian Sylviani. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya