Berita

joko widodo/net

Jokowi Berharap Produksi Coklat Nasional Jadi Nomor Satu di Dunia

SABTU, 30 MEI 2015 | 07:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo mengharapkan agar produksi coklat Indonesia dapat menjadi nomor satu di dunia dalam 5-6 tahun ke depan.

"Saat ini coklat kita nomor tiga di dunia, diharapkan dalam waktu 5-6 tahun bisa menjadi nomor satu," kata Kepala Negara usai meresmikan pabrik smelter nikel di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopo, Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (29/5) kemarin.

Untuk dapat memacu produksi tersebut, Presiden menyerukan untuk menyuntik dana lagi guna meremajakan tanaman coklat yang sudah tua.


"Kalau itu dilakukan secara konsisten, insyaAllah bisa jadi nomor satu, Saya sudah beberapa kali ke lapangan penghasil coklat, saya lihat bukan sesuatu yang sulit. Ini hanya masalah niat, mau atau tidak memberi perhatian ke petani coklat," ujarnya.

Menurut Presiden, jika memang ada niat untuk memberikan perhatian lebih. Artinya, lanjut Presiden, anggaran untuk petani coklat akan dimasukan dalam APBN.

"Kalau tidak keliru, tahun ini seluruhnya Rp1,8 triliun. Saya tidak tahu yang diberikan ke Pak Gubernur berapa, tahun depan akan naik lagi. Targetnya, nomor satu di coklat," kata Presiden seperti dilansir dari laman resmi setkab.go.id.

Kunjungan ke Morowali itu dilakukan Presiden Jokowi sebelum membagi Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), di halaman kantor Bupati Parigi Moutong, pada sore hari.

Sebelum berkunjung ke Sulawesi Tengah, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Widodo tiba di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (27/5) malam. Esoknya, Presiden Jokowi menghadiri Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke Xll di Manado, dilanjutkan dengan berkunjung ke Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Sangihe.

Selanjutnya, dengan pesawat kepresidenan, pada Jumat (25/9) pagi, Presiden dan rombongan meninggalkan Manado menuju Palu, Sulawesi Tengah, dan langsung terbang ke Morowali. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya