Berita

Zulkifli Hasan/net

Wawancara

WAWANCARA

Zulkifli Hasan: Bantu Pengungsi Rohingya & Bangladesh Jangan Sampai Kita Jadi Korban

JUMAT, 29 MEI 2015 | 09:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Secara kemanusiaan, selayaknya Indonesia menampung pengungsi Rohingya.
 
Keprihatinanwarga Myanmar dan Bangladesh itu me­nyentuh hati rakyat Indonesia, termasuk pejabatnya.

Misalnya, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengikuti lelang batu giok untuk bantuan pengungsi Rohingya di Universitas Muhammadiyah Aceh, Rabu (27/5) lalu. Upaya membantu pengungsi Rohingya itu patut diapresiasi. Tapi apakah harus Indonesia me­nampung mereka dalam waktu yang lama?


Bagaimana tanggung jawab Myanmar dan Bangladesh? Bagaimana pula tanggung jawab ASEAN? Apa solusi yang akan dilakukan Indonesia?

Simak wawancara Rakyat Merdeka dengan Zulkifli Hasan usai mengikuti lelang batu giok itu:

Apa solusinya menurut Anda?

Negara-negara ASEAN harus segera urun rembuk mencarikan jalan keluar penanganan pengungsi Rohingya. Jika tidak, masalah ini bisa terulang. Indonesia bisa terus dijadikan tempat pelarian. Ini tentu menjadi masalah.

Kenapa harus ASEAN?
Karena pengungsi Rohingya bukan cuma dari Myanmar, tapi juga dari Bangladesh. Makanya Dubes (Duta Besar) negara-negara di ASEAN perlu dipang­gil untuk mencari solusi atau jalan keluar terhadap pengungsi Rohingya.

Apa Anda setuju dengan usu­lan agar diberikan saja satu pulau untuk menampung pengungsi Rohingya?
Saya nggak setuju.

Alasannya?
Nanti kalau ada lagi, bagaima­na. Apa harus dikasih pulau lagi. Tanggung jawab negara asal mereka di mana.

Bukankah itu (memberikan pulau) juga bagian dari kema­nusiaan?

Tapi jangan sampai kita mem­bantu tapi justru kita jadi kor­ban, ya kan.

Apa penanganan pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh sudah tepat?
Pemerintah sudah melakukan penanganan dengan cepat. Kita harus apresiasi. Yang terpenting pengungsi Rohingya ditampung dulu.

Ada yang menilai masalah ini akan menambah beban pemerintah jika berlangsung lama, pendapat Anda?
Kita tampung untuk sementara. Ini kan bagian dari kemanusiaan.

Maksudnya?

Tidak mungkin juga dalam waktu yang lama, karena perso­alan kita juga banyak. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya