Berita

Teten Masduki/net

Wawancara

WAWANCARA

Teten Masduki: Ada 30 Calon Pansel Pimpinan KPK, Tapi Presiden Pilih 9 Perempuan...

KAMIS, 28 MEI 2015 | 09:08 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sembilan srikandi mulai bekerja untuk menjaring nama-nama calon pimpinan KPK. Mereka sudah mengumumkan persyaratannya dan pendaftaran akan dibuka 5 Juni 2015.

Meski begitu, masih dipertan­yakan kenapa Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK kali ini semua perempuan, dan ke­napa pula Presiden Jokowi tidak memilih satu orang pun yang te­lah disebut-sebut sebelumnya?

Tujuh nama yang disebut-sebut sebelumnya adalah Saldi Isra, Refly Harun, Margarito Kamis, Romli Atmasasmita, Jimly Asshiddiqie, Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Komisaris Jenderal (Purn) Oegroseno.


Menanggapi hal itu, Tim Komunikasi Kepresidenan, Teten Masduki kepada Rakyat Merdeka mengatakan, sebenarnya bukan tujuh saja yang diterima Presiden sebagai calon Pansel Pimpinan KPK. Tapi lebih 30 nama.

"Presiden menerima masu­kan dari banyak pihak, ke­mudian dibikin list, akhirnya dipilih sembilan orang," kata Teten Masduki.

Kenapa tidak ada dari tujuh nama yang beredar di me­dia itu masuk dalam Pansel Pimpinan KPK?
Perlu dijelaskan, kita tidak tahu sumber informasi yang menyebutkan tujuh nama itu. sehingga kami tidak perlu meng­klarifikasi. Tapi mungkin orang menduga figur-figur itu yang selama ini paling mungkin untuk diangkat.

Kenapa demikian?
Dari dulu kan kalau soal Pansel pasti itu-itu saja orang­nya, he-he-he.

Kenapa yang dipilih semua perempuan? Bagaimana ceri­tanya?

Kalau ini kan keinginan Presiden yang menerima masukan dari banyak pihak. Lalu masu­kan-masukan itu dibikin list. Lalu dipilih sembilan orang itu.

Berapa nama yang masuk list sebenarnya?

Mungkin lebih dari 30 nama. Biasanya Presiden itu kalau memilih pejabat minta diajukan tiga nama, nanti beliau akan pilih salah satunya.

Dalam memilih Pansel ini pun begitu. Beliau memilih sendiri dari daftar panjang calon Pansel Pimpinan KPK. Memilih sendiri, mencontreng sendiri.

Yang mengajukan siapa?
Mensesneg. Karena prosesnya surat-surat ke Presiden itu kan ke Mensesneg. Sekarang pemangku dari Pansel ini Mensesneg.

Setelah dicontreng-contreng, lalu diapain?
Setelah mencontreng-men­contreng diserahkan lagi ke Mensesneg.

Apa tidak ditanya kepada Presiden, kok yang dipilih perempuan semua?

Begitu dicontreng-contreng itu perempuan semua, kami nanya, lho kok perempuan semua. Bapak (Presiden) me­mangnya kenal? enal (Jawab Presiden, red).

Apa pesan Presiden selan­jutnya setelah sembilan nama ini dipilih?

Beliau minta cukup hati-hati, kira-kira nama yang beliau con­treng itu clear and clean soal integritasnya.

Kalau sudah oke, tolong ditan­yakan kesediaannya dulu. (me­nirukan ucapan Presiden, red). Setelah diperiksa oke, tidak ada masalah. Terus mereka berse­dia, lalu Presiden menundanya dulu dalam dua hari, kalau nggak salah.

Kenapa ada jeda dua hari?

Presiden mempertimbangkan kembali. Nah setelah Presiden mantap, baru beliau menandatangani. Jadi penandatanganan­nya memang sehari sebelum diumumkan. (Mereka yang dipi­lih itu adalah Destri Damayanti (ketua), Enny Nurbaningsih (wakil ketua), dan anggotan­ya Harkristuti Harkrisowo, Betty SAlisjahbana, Yenti Garnasih, Supra Wimbarti, Natalia Subagyo, Diani Sadiawati, serta Meuthia Ganie- Rochman). ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya