Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Diwanti-wanti Jangan Sampai Keluarkan Kartu Indonesia Sabar

RABU, 27 MEI 2015 | 13:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang masih belum menunjukkan bukti keberpihakan terhadap pribumi selama delapan bulan menahkodai Indonesia.

"Saat ini bukti nyata kebijakan Jokowi terhadap pribumi masih kartu, kartu, dan kartu! Sedangkan kontrak kerjasama dan dorongan investasi dengan asing terus digalakkan. Jika Jokowi tidak mampu memberikan solusi terhadap keadilan ekonomi, maka mungkin nanti akan muncul kartu berikutnya, yaitu Kartu Indonesia Sabar!" kata Ketua Umum PP KAMMI, Andriyana kepada redaksi, Rabu (27/5).

Ia menyebutkan, KAMMI sedang dan akan terus mendorong pemerintah agar mewujudkan keadilan ekonomi dengan menyelamatkan aset-aset bangsa.


"Aset-aset bangsa itu seharusnya digunakan sebaik-baiknya untuk kemakmuran rakyat Indonesia sesuai amanat UUD 1945. Bukan justru dikendalikan dan dikuasai oleh asing dan aseng," imbuhnya.

Dijelaskan oleh Andriyana, bahwa KAMMI mendefinisikan pribumi sebagai seluruh warga negara yang secara undang-undang dinyatakan sah sebagai warga negara Indonesia. Berdasarkan UU 12 Tahun 2006, syarat utamanya adalah melakukan sumpah dan janji setia terhadap Indonesia. Sedangkan istilah asing dan aseng adalah sebutan untuk kekuatan bangsa luar yang mengeksploitasi bangsa Indonesia melalui berbagai instrumen dan antek-anteknya. Dalam banyak kasus, mereka telah menjadi lingkaran konglomerasi hitam yang sengaja menguras sumber daya alam, mengeruk kekayaan Indonesia, memanipulasi perbankan (misal kasus BLBI), dan berbagai aktivitas lainnya yang merugikan negara.

Biro Hukum dan HAM PP KAMMI, Irawan Malebra, menyatakan bahwa siapa pun yang mengaku bertanah air satu, yakni tanah air Indonesia, maka mereka-lah pribumi, tak perlu dilihat apa warna kulitnya dan bagaimana pakaiannya.

"Pembahasan tersebut telah selesai dalam sejarah pembentukan negara Indonesia," kata Irawan.

Irawan menambahkan, KAMMI merupakan organisasi yang lahir karena dorongan reformasi, maka warna ke-Indonesiaan telah melekat.

"Saat ini, kajian kami meyakini bahwa Republik Rakyat Tiongkok (RRT) secara global menjadi kekuatan baru selain Amerika. KAMMI berharap Jokowi tidak dikendalikan oleh siapa pun, tegas dalam menegakkan perekonomian pribumi, dan menjadikan negara ini maju dan besar," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Irawan, KAMMI masih menanti dan akan terus mengawal kinerja Jokowi yang notabene diusung oleh partai yang lantang berbicara soal wong cilik, kaum marhaen, dan sebagainya.

"Jokowi harus membuktikan dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil dan pribumi," tutupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya