Berita

Jopi Peranginangin

Solidaritas untuk Jopi Bantah Pernyataan Kadispen TNI AL

RABU, 27 MEI 2015 | 07:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Solidaritas untuk Jopi membantah keterangan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Manahan Simorangkir yang menyebut pelaku penusukan Jopi Peranginangin sedang membela diri.

Ratri Kusumohartono, jurubicara Solidaritas untuk Jopi yang juga merangkap jurubicara Sawit Watch, menyatakan keterangan Manahan tersebut bisa mengaburkan fakta sesungguhnya.

"Bagaimana bisa disebut membela diri, sedangkan Jopi dalam posisi dikeroyok. Posisi tusukan juga dari belakang, dari punggung tembus ke paru-paru. TNI AL tidak boleh mengada-ada untuk menutupi kasus," ujar Ratri dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (27/5).


Pernyataan Kadispen TNI AL juga menyebut kasus tewasnya pegiat lingkungan Jopi Peranginangin adalah kecelakaan yang tidak disengaja. "Kalaupun pembunuhan, kan bukan berencana. Itu dekat dengan suatu kecelakaan. Bertengkar dan emosi. Bukan ide membunuh. Bisa jadi dia membela diri. Kita belum tahu karena diawali pertengkaran dan kondisi gelap," kata Manahan kepada media massa di Jakarta, Selasa kemarin (26/5).

Pernyataan Kadispen TNI AL tersebut dinilai sebagai bentuk cuci tangan dan upaya membersihkan tangan anggota TNI yang berlumuran darah manusia tak berdosa.

"TNI katanya sudah direformasi tapi cara mereka menangani kasus ini sangat meragukan. TNI Angkatan Laut telah melukai korban dan keluarganya," jata Ratri.

Solidaritas untuk Jopi mencatat serangkaian kejanggalan kasus pembunuhan Jopi. Kejanggalan tersebut antara lain: lambannya polisi mengumumkan pelaku pembunuhan. Polisi tahu-tahu telah mengirimkan berkas perkara dan melimpahkannya ke POM AL.

"Ada tahapan yang dilompati yakni polisi belum mengumumkan ke publik tentang sosok pembunuh tapi tahu-tahu dilimpahkan ke Polisi Militer Angkatan Laut," ujar Ratri.

Kejanggalan berikutnya, kata Ratri, TNI AL lamban mengumumkan pelaku pembunuhan. "Kejanggalan berikutnya adalah upaya untuk membelokkan fakta. Kami curiga TNI AL sedang menyusun rencana merekayasa kasus ini untuk melindungi pelaku yang sesungguhnya. Sekarang kami bertanya, mengapa institusi TNI AL berusaha menutup-nutupi kasus ini," kata Ratri.

Solidaritas untuk Jopi meminta TNI AL membuka kasus ini setransparan mungkin dengan membuka siapa pembunuh sesungguhnya, melakukan gelar perkara seterang-terangnya.

Solidaritas untuk Jopi adalah wadah untuk menuntaskan kasus pembunuhan pegiat lingkungan Jopi Peranginangin. Jopi dibunuh pada Sabtu, 23 Mei 2015 oleh anggota TNI di depan Habibie Center seusai keluar dari Venue Cafe Kemang.

Saat hendak keluar dari klub, rombongan Jopi didatangi pria-pria tegap yang meminta segera keluar. "Finish, out! Out!," kata pria tegap itu yang dijawab oleh salah seorang rekan Jopi, "Oh iya bro, kita juga mau keluar."

Pria itu masih bicara tidak jelas ke arah A. Saat itulah, Jopi yang duduk di sebelah A, bertanya ke A "Ada apa nih?"

Saat itulah, pria berbadan tegap itu naik pitam. Ia terlihat emosi dan mau memukul Jopi dengan menarik tangan Jopi. Tetapi teman-teman Jopi buru-buru menarik Jopi untuk keluar dari Venue, sementara teman-teman pria itu menarik tangan pria itu agar tidak marah.

Sempat terjadi keributan sebentar antara pria berbadan tegap itu dengan Jopi. Tiba-tiba pria tegap itu membuka tas selempang kecil warna cream dan ia mengeluarkan pisau bayonet sambil teriak, "Saya ini tentara!"

A sempat berusaha menghalangi pria itu dan menangkis dengan tangan kiri hingga terluka kena pisau. A lalu meminta Jopi untuk segera lari ke arah mobil.

Ternyata begitu Jopi lari, para pria berbadan tegap itu mengejar Jopi, termasuk pria yang memegang pisau bayonet. Teman-teman Jopi lalu lari mengikuti.

Di parkiran depan Habibie Center, Jopi terlihat dipukuli. Terdengar teriangan Jopi "Salah gue apa?!".

Saat rekan-rekan Jopi mendekat, Jopi menunduk di bawah pohon dan terlihat ada sedikit darah keluar dari mulutnya. Saat berusaha mengangkat Jopi untuk dibawa ke mobil, salah seorang rekan Jopi baru tahu kalau badan Jopi basah karena darah. Jopi langsung dilarikan ke RSPP, namun alam berkehendak lain, pendarahan hebat di paru-parunya akibat tusukan itu membuat nyawa Jopi tidak tertolong. Pukul 06.00 dokter menyatakan Jopi telah meninggal. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya