Berita

badrodin haiti/net

Jangan Resah, Tidak Ada Beras Plastik

RABU, 27 MEI 2015 | 07:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak resah menghadapi isu tersebarnya beras plastik, sebab berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Laboratorium Kementerian Perdagangan, dan Laboratorium Kementerian Pertanian hasilnya negatif, tidak ditemukan adanya beras yang bercampur plastik.

"Hasil pemeriksaan laboratotium forensik kemudian Laboratorium Badan POM, laboratorium di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian itu negatif, tidak ada unsur plastik dari hasil pemeriksaan laboratorium itu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Selasa kemarin (26/5).

Karena masih belum yakin kemungkinan-kemungkinan salah pengambilan sample, menurut Kapolri, ia bersama Menteri Perdagangan Rahmat Gobel telah meminta sample yang masih tersisa di Sucofindo yang sebelumnya menghasilkan data positif adanya beras dicampur plastik untuk diperiksakan lagi ke laboratorium BPOM ke Laboratorium Forensik Polri.


"Hasilnya juga negatif," tegas Kapolri seperti dikabarkan Humas Setkab.

Karena itu, Polri bersama-sama Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepala Badan POM dan instansi-instansi pemerintah terkait, menurut Kapolri Jendral Badrodin Haiti berkesimpulan, bahwa beras yang diduga plastik itu ternyata tidak ada.

"Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak resah. Silakan misalnya kalau ada yang dicurigai silakan memberikan informasi kepada aparat pemerintah setempat atau kepada petugas kepolisian di tempat masing-masing untuk bisa dilakukan pengecekan," pinta Kapolri.

Senada dengan Kapolri, Kepala Badan POM Roy Alexander Sparringa menyampaikan, bahwa hasil uji yang dilakukan pihaknya, termasuk sample dari Sucofindo menunjukkan negatif.

"Jadi jelas kami ingin sampaikan disini masyarakat diimbau tenang. Kami Badan POM telah menginstruksikan jajaran Badan POM yang di daerah melalui Balai Besar Balai POM seluruh Indonesia untuk bekerja sama dengan lintas sektor, dinas-dinas terkait, Deperindag untuk mengawal kasus ini dan siap untuk menguji jika diduga ada, sejauh ini tidak pernah ada, dilaporkan," tutur Roy.

Pada awal keterangannya, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengemukakan, kasus beras plastik ini berasal dari laporan seorang warga Bekasi, Dewi Septiani, yang pada tanggal 13 Mei lalu membeli beras ke Toko Madu, Bekasi. "Nah, beras ini kemudian dimasak oleh adiknya yang terasa seperti nasi basi. Kemudian setelah dimakan menyebabkan mual dan sakit perut. Selanjutnya, diduga ini beras palsu kemudian meng-upload informasi beras palsu ini ke media sosial, ada ke twitter, facebook, dan istagram," terang Kapolri.

Pada 19 Mei, media mengekspose secara lebih luas. Kemudian tanggal 19 baru lapor ke Polsek, setelah diterima di Polsek, Polsek itu Bandar Gerbang, Bekasi, kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap Bu Dewi. Kemudian juga dilakukan penyitaan terhadap sample tadi.

Berikutnya dari Deperindag Bekasi juga mengambil sample yang diduga beras palsu tadi, dan selanjutnya dimintakan pemeriksaan di Laboratorium Sucofindo. Sementara sample yang di Polres itu yang di Polri itu diperiksakan di Badan POM, ke Laboratorium Forensik, kemudian di Laboratorium Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian.

Dari hasil pemeriksaan terhadap sample beras tadi, lanjut Kapolri, sample yang dikirim ke Sucofindo itu positif, sehingga Walikota Bekasi waktu itu menyampakan ke media, bahwa beras sample yang diperiksa di Sucofindo itu mengandung bahan plastik.

Tetapi, tegas Kapolri, hasil pemeriksaan yang laboratotium forensik kemudian Laboratorium Badan POM, laboratorium di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian itu negatif, tidak ada unsur plastik dari hasil pemeriksaan laboratorium itu.

Bahkan saat dilakukan pengujian ulang dengan menggunakan sample yang masih tersisa di Sucofindo hasilnya juga negatif. "Nah oleh karena itu kami semua berkesimpulan bahwa beras yang diduga plastik itu ternyata tidak ada. Oleh karena itu saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak resah," kata Kapolri. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya