Berita

jokowi/net

Jokowi Layak Dilengserkan Jika Defisit Tembus 3 Persen

SELASA, 26 MEI 2015 | 13:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Perekonomian menjadi permasalahan utama yang harus diselesaikan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini diakibatkan efek domino dari berbagai kebijakan pemerintah seperti kebijakan mekanisme harga BBM yang mengikuti harga pasar dunia di ikuti degan melemahnya rupiah berimbas pada tingginya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman dalam rilisnya, Selasa (26/5).
 
Menurut Jajat, efek yang akan terjadi dari lemahnya perekonomian bisa saat ini menjadi senjata ampuh bagi lawan politik Jokowi untuk melengserkannya dari kursi orang nomor satu.


"Pasalnya, jika Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2015 hingga mencapai 3 persen bahkan lebih dari itu, maka Indonesia bisa dikatakan negara gagal," tuturnya.

Jelas Jajat, kemampuan pengelolaan defisit anggaran ini dijadikan tolok ukur kinerja pemerintah. Defisit anggaran yang terkendali jelas akan mendukung penciptaan investasi pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Sebaliknya defisit anggaran yang tinggi, selain membahayakan kondisi stabilitas fiskal juga mempersempit ruang fiskal pemerintah sekaligus menimbulkan potensi penarikan pembiayaan hutang luar negeri.

"Pemerintah baru-baru ini telah menambah hutang luar negara kepada Bank Dunia. Hal ini tentu patut di waspadai, jika anggaran yang digunakan tidak bisa menambah defisit APBN-P, bukan tidak mungkin kondisi perekonomian Indonesia ke depan malah akan semakin parah," pungkas Jajat. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya