Berita

presiden jokowi/net

Jokowi Minta Bank Daerah Bersinergi Manfaatkan Peluang

SELASA, 26 MEI 2015 | 13:03 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran Program Transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang merupakan program bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Kementerian Dalam Negeri di Istana Negara, Selasa pagi (26/5) pagi. Program itu bertujuan untuk menjadikan BPD berdaya saing (kompetitif), tumbuh kuat dan memiliki kontribusi bagi pembangunan di daerahnya.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, kita harus serius menangani BPD mulai dari sekarang. Ia menegaskan, pemerintah menginginkan BPD yang besar, kuat, dan lincah menangkap peluang.

"Jangan sampai peluang berseliweran di depan mata di daerah, pembangunan infrastruktur misalnya, tidak diambil peluang itu oleh BPD karena permodalannya kurang. Itu kalau ditangani sendiri, padahal kan punya teman-teman yang lain," tutur Jokowi.


Karena itu, ia berharap BPD-BPD mau bersinergi, mau membangun konsorsium misalnya, bersama-sama. "Ini kekuatan. Jangan sampai nantinya infrastruktur besar yang dibangun di daerah yang mengambil bukan BPD. Hati-hati," tegasnya.

Terkait dengan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dilaksanakan sebentar lagi, Presiden Jokowi mengingatkan agar hati-hati. Ia menuturkan, kalau kita tidak rukun, bisa hanya menjadi penonton. Tapi kalau rukun, bisa menjadi sebuah kekuatan yang fantastis.

"Yang ada di catatan saya, sekarang ini BPD 26 persen kreditnya untuk yang produktif, 74 persen untuk sektor konsumtif," papar Jokowi seraya berpesan agar hal itu dibalik.

Menurut Presiden, kalau ingin negara kita menjadi lebih baik maka prosentase penyaluran kredit itu harus dibalik. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi kita tumpukan pada sektor konsumtif. "Keliru, ini yang mau kita ubah," ujarnya.

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa kita memerlukan sebuah pengembangan mindset global. Ia meminta, jangan karena BPD, mindsetnya hanya lokal.

"Berbahaya sekali kalau mindsetnya masih lokal, karena sebentar lagi yang namanya batas negara sudah tidak ada terutama di ASEAN. Kalau kita tidak mengembangkan mindset global kita, bisa betul-betul tergilas nanti," tutur Jokowi.

Presiden berpesan, agar pengelola BPD berpikir strategis ke depan itu seperti apa, direncanakan mulai sekarang, 10-50 tahun yang akan datang BPD akan seperti apa. "Kalau tidak, tahu-tahu bisa tinggal nama," tuturnya.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, sejalan dengan pemikiran Presiden, peran BPD perlu direvitalisasi agar lebih berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah.

"Usaha untuk mencapai tujuan tersebut tidak cukup hanya diserahkan pada masing-masing daerah, melainkan perlu komitmen dan dukungan semua pihak," ujar Muliaman.

Seperti dikabarkan rilis Humas Setkab, peresmian peluncuran program ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Presiden Jokowi. Hadir dalam acara tersebut antara lain Mendagri Tjahjo Kumolo, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad, seluruh Dirut dan Komisaris Utama 26 BPD, serta para Gubernur dan Ketua DPRD dari 26 Propinsi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya