Berita

bambang soesatyo/net

Politik

Keliru Calon Kepala Daerah dari Golkar Diteken Agung Laksono

SENIN, 25 MEI 2015 | 05:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dua pengurus DPP Partai Golkar yang bersengketa dan tengah menjajaki islah masih berbeda pandangan soal kepengurusan yang akan dipakai untuk mendaftarkan para calon kepala daerah ke KPU jelang Pilkada 2015.

Kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono kukuh bahwa SK Menkumham yang mengesahkan hasil munas mereka yang harus dipakai. Alasannya, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang membatalkan SK tersebut belum berlaku karena mereka bersama Menkumham Yasonna Laoly masih akan menempuh upaya banding.

Namun, Bendahara Umum Golkar kubu Munas Ancol pimpinan Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo mengatakan, calon kepala daerah yang akan diusung oleh Golkar harus mendapat restu dan legalitas dari Ketum Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham, yang merupakan hasil Munas Pekanbaru, Riau.


Ia menilai tidak mungkin pendaftaran calon dari Golkar ditandatangani oleh Ketum dan Sekjen hasil Munas abal-abal, yakni Munas Ancol.

"Keliru itu (kalau ditandatangani pengurus Ancol). Masa yang tandatangan ketum dan sekjen hasil munas abal-abal?" tegasnya, Minggu malam (24/5).

Bambang menegaskan bahwa para calon kepala daerah dari Golkar, legalitasnya harus ditandatangani Aburizal dan Idrus yang merupakan pengurus partai hasil Munas Pekanbaru, Riau tahun 2009, sebagaimana putusan PTUN.

"Yang benar yang teken ya ARB dan Idrus Marham, hasil Munas Riau. Karena SK Munas Ancol sudah dibatalkan PTUN," tandas Bambang yang juga Sekretaris Fraksi Golkar seperti dikabarkan JPNN. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya