Berita

foto:rmol

Rohingya Bukti ASEAN Tak Punya Roh

SENIN, 25 MEI 2015 | 04:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rohingya adalah bukti ASEAN tidak punya roh, semua negara ASEAN beda kepentingan, tidak ada negara ASEAN yang disegani dan mampu memimpin negara ASEAN lainnya.

"ASEAN harus dipelajari utuh, jangan hanya dilihat dari foto-foto seremonial elitnya yang seakan solid," kata Hariqo Wibawa Satria dari Komunitas Peduli ASEAN dalam seminar 'Increasing Skills and Mindset Toward Business in Economic Students for ASEAN Economic Community 2015' di Jakarta, Minggu (24/5).

Kegiatan yang diadakan STIE Jakarta Internasional College (JIC) itu dihadiri 258 mahasiswa dari berbagai Kampus di Jakarta


Menurut Hariqo, interaksi yang rendah antar warga, pengetahuan yang sangat terbatas membuat warga ASEAN kaget dengan banyak hal dan jauh dari roh pendirian ASEAN itu sendiri.

"Jangankan pengetahuan tentang Singapura dalam angka, pengetahuan dasar tentang siapa pemimpin Filipina, Malaysia, Thailand, Laos saja banyak masyarakat Indonesia tidak tahu, apalagi soal Rohingya, ini bukti kalau informasi tentang ASEAN sangat kurang," tegasnya.

Oleh karena itu Hariqo mendorong agar kampus dan mahasiswa Indonesia memperbanyak tulisan tentang ASEAN.

"Kalau bikin skripsi, tesis, sebaiknya tentang salah satu negara ASEAN, agar makin banyak ilmu kita tentang mereka," jelas pria asal Bukittinggi itu dalam rilisnya.

Nara sumber lainnya, Wakil Presiden Bank Danamon, Juni Rachmat Mancanegara menjelaskan dalam satuslide-nya kekayaan alam Indonesia yang begitu melimpah. "Keunggulan kita di bidang SDA ini memerlukan kewirausahaan," sebutnya.

Juni juga meminta para mahasiswa tidak merasa hebat sebelum bertarung di dunia kerja dengan para mahasiswa dari negara-negara ASEAN lainnya.

Saat ini, jumlah pengungsi (imigran gelap) asal Rohingya Myanmar dan Bangladesh di Aceh dan daerah lain di Indonesia mencapai 1.759 orang. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya