Berita

warga Rohingya/net

PAHAM: Rakyat Aceh Memberi Keteladanan Kemanusiaan

MINGGU, 24 MEI 2015 | 23:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rakyat Aceh telah memberikan keteladanan yang baik soal kemanusiaan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PAHAM) Aceh, Basri Efendi saat memberikan penghargaan kepada Nelayan Aceh bersama dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di Kuala Langsa, Aceh Timur, Minggu (24/5).

Oleh karenanya, sebagai koordinator Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya (AMAPR), Basri Efendi memberikan penghargaan kepada para nelayan yang telah menolong para pengungsi Rohingya.


"Mereka telah memberikan keteladanan kepada kita mengenai arti kemanusiaan. Tanpa mengenal suku, agama, ras dan golongan mereka telah mau membantu etnis Rohingya yang ada di tengah laut. Karenanya kami dari aliansi lintas organisasi di Aceh memberikan penghargaan kepada mereka," papar aktivis kemanusiaan dari PAHAM Cabang Aceh tersebut.

Menurut Basri Efendi, dirinya beserta AMAPR sengaja mengajak Mensos dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon untuk memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi negara kepada para nelayan Aceh.

"Hari ini ada Ibu Khofifah Bapak Fadli Zon yang saya ajak untuk memberikan penghargaan kepada para nelayan Aceh. Setidaknya ini merupakan representasi penghargaan eksekutif yang diwakili oleh Mensos dan legislatif yang diwakili oleh Wakil Ketua DPR. Dengan penghargaan yang demikian, kita berharap akan semakin menumbuhkan rasa solidaritas kemanusiaan di Indonesia," papar pengacara publik dari PAHAM Cabang Aceh tersebut.

Lebih lanjut Basri Efendi menjelaskan, bahwa Rohingya adalah persoalan regional di Asia Tenggara. Karenanya, resolusi ini juga digalang melalui forum Sout East Asia Humanitarian (SEAHUM).

"Untuk tingkat regional, rekan rekan di PAHAM Indonesia sudah menggalang aliansi kemanusiaan melalui SEAHUM. Kemarin mereka sudah melakukan pertemuan
di Kuala Lumpur untuk meggalang dukungan organisasi kemanusiaan regional. Kita berharap mereka akan mampu memberikan tekanan kepada Myanmar, agar tidak lagi mengusir warga Rohingya serta memberikan pengakuan terhadap etnis tersebut sebagai warga negara," pukas Basri Efendi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya