Berita

ilustrasi/net

Benarkah Kopka Tri Haryanto Gantung Diri Karena Beban Tugas?

MINGGU, 24 MEI 2015 | 15:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hingga kini belum diketahui apa motif Kopral Kepala (Kopka) Tri Haryanto, seorang anggota Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) I Dhira Dharma (I/DD) Kodam I Bukit Barisan (I/BB) yang tewas dengan gantung diri.

Kopka TH ditemukan tewas bunuh diri di salah satu rumah Komplek Asrama Yon Zipur I/DD, Medan Helvetia, Medan, Sumut (Sabtu pagi, 23/5). Kopka TH meregang nyawa dengan cara mengikat leher menggunakan seutas tali (sabuk karate) yang disangkutkan ke plafon rumahnya.

Korban ditemukan tewas gantung diri oleh istirnya menggunakan sabuk karate di ruang tengah rumahnya usia mengantarkan anaknya sekolah. Istri korban yang melihat langsung menjerit histeris dan mengundang perhatian penghuni asrama Yon Zipur I/DD lainnya.


Sejumlah prajurit TNI menyampaikan turu berduka cita. Tangisan pecah ketika jenazah Kopka Tri Haryanto disemayamkan di peristirahat terakhir di Pemakaman Umum Patumbak, Deliserdang.

Seperti dikabarkan MedanBagus.com, belum jelas apa yang menjadi motif Kopka Tri Haryanto nekad mengakhiri hidupnya dengan cara singkat seperti itu.

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Eno Solehuddin saat dikonfirmasi wartawan Minggu (24/5), belum bersedia berkomentar tentang motif gantung diri Kopka Tri Haryanto tersebut.

Dan seperti dilansir dari JPNN, menurut keterangan yang diperoleh, dikabarkan Kopka Tri Haryanto bunuh diri lantaran tak tahan menjalani tugasnya saat ini dan meminta pindah dinas. Namun, lantaran tak kunjung dipenuhi dan depresi, korban pun nekat mengakhiri hidupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya