Berita

as hikam/net

Politik

Pakar Politik Senior: Islah Tampaknya Tidak Menarik bagi Kubu AL

MINGGU, 24 MEI 2015 | 08:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pasca keputusan PTUN yang memenangkan gugatan DPP Golkar versi Bali dibawah pimpinan Aburizal Bakrie terhadap SK Kemenkumham membuat kondisi elit Golkar kian limbung. Kubu DPP Golkar versi Ancol di bawah pimpinan Agung Laksono, untuk sementara secara psikologis mengalami tekanan yang cukup besar, karena pihaknya sangat bergantung kepada kemenangan Kemenkumham.

Pakar politik senior Muhammad AS Hikam mengatakan, kendati kemenangan kubu ARB masih belum sempurna, namun secara politik tampaknya telah memberi ruang gerak lebih besar untuk melakukan manuver menekan baik Pemerintah maupun AL.

Kata islah pun lantas mewarnai wacana konflik internal elite partai penguasa Orba tersebut. ARB dan AL, konon, sepakat untuk menjajagi islah yang muaranya adalah bagaimana agar partainya tidak terganjal sebagai peserta Pilkada 2015. Bahkan Wapres JK, yang selama ini dikenal pro AL, juga mulai menunjukkan kegamangannya dan mendukung wacana islah. Demikian pula Menkumham Yasonna Laoly yang kini juga mulai ikut-ikutan bicara islah kendati masih akan berupaya mengajukan banding.
Islah, lanjut AS Hikam, tampaknya menjadi sebuah jimat sakti utk menyelesaikan konflik rebutan kepemimpinan Golkar. Tapi benarkah demikian?

Islah, lanjut AS Hikam, tampaknya menjadi sebuah jimat sakti utk menyelesaikan konflik rebutan kepemimpinan Golkar. Tapi benarkah demikian?

Doktor politik lulusan Hawai University itu termasuk pihak yang meragukannya. Pertama, jika islah dilandasi dengan platform 'kembali ke khittah Munas Riau 2009', maka pihak yang paling dirugikan secara politik adalah kubu AL. Kalupun dibayangkan Golkar akan bisa ikut Pilkada dan berjaya, tetapi yang akan menangguk keuntungan dukungan adala kubu ARB. Sebab para DPD-DPD akan cenderung memilih pada status quo yang secara politis berarti dukungan kepada ARB karena dianggap berhasil menyatukan kembali kekuatan Golkar.

Kedua, kalaupun kubu AL menerima islah agar pendukungnya juga bisa ikut Pilkada, tetapi tanpa jaminan posisi ketum, maka masa depannya dalam Munas rekonsiliasi pada 2016 akan sangat rawan (precarious). Ketiga, islah dengan landasan kembali ke khittah Munas 2009 juga akan mempengaruhi konstelasi Fraksi Golkar di Parlemen. Kekuatan politisi pendukung ARB jelas akan kian kuat dan mengontrol kebijakan partai di Senayan.

"Itulah sebabnya, formula islah dengan landasan kembali ke khittah Munas 2009 Pekanbaru tampaknya tidak menarik bagi kubu AL," ungkap dia seperti dikutip dari akun Muhammad A S Hikam, Minggu (24/5).

Sementara itu, waktu kian mendekati deadline pendaftaran eserta Pilkada. Demikian pula, Menkumham, terlepas himbauannya agar DPP Golkar islah, juga masih belum tegas untuk  tidak banding. Kendati kubu KMP sudah berulangkali mengeluarkan kecaman terhadap Menteri Yasonna dan bahkan Presiden Jokowi, tetapi masih belum tampak hasilnya.

"Walhasil islah yang kini menjadi jimat dalam wacana politik Golkar masih merupakan jimat yang bermasalah," demikian Menteri Negara Riset dan Teknonologi era Gus Dur tersebut. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya