Berita

foto:net

Presiden Ingin Pelabuhan-pelabuhan Gunakan Standar Nasional dalam Satu Sistem

MINGGU, 24 MEI 2015 | 06:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Jokowi mengingatkan bahwa pembangunan pelabuhan harus dalam level yang sama, baik di Indonesia Barat maupun Indonesia Timur. Pembangunan pelabuhan di sejumlah daerah di tanah air, merupakan rangkaian upaya pemerintah mewujudkan jalur tol laut.

"Kalau pembangunan itu tidak dalam posisi yang sama, yang satu level, dan satu tingkat kapal tidak bisa bersandar, misalnya yang bagus hanya di Tanjung Priok, Tanjung Perak ya kapal kita yang gede hanya bisa bersandar di dua pelabuhan itu, nggak ada artinya," kata Presiden dilansir setkab.go.id, Minggu (24/5).

Oleh sebab itu, lanjut Kepala Negara, dari barat ke tengah ke timur pelabuhannya harus sama, luasnya juga mirip, fasilitasnya juga sama persis, sehingga itu nanti akan dioperasikan dalam satu sistem bisa masuk dari mana-mana saja.


"Negara lain juga begitu, ada sistem transportasi, sistem logistik, itu dikendalikan dalam satu tempat sehingga nanti biaya transportasi, biaya logistik semuanya akan jatuh," terangnya.

Presiden meyakini, jika itu bisa diwujudkan maka bisa dilihat 3-4 tahun lagi pasti akan seperti itu sehingga harga-harga di masyarakat akan menjadi murah semua, karena biaya transportasi Indonesia mahal sekali sekitar 2,5- 3 x lipat dibanding negara tetangga.

Menurut Presiden, pengaturan pelabuhan-pelabuhan itu akan menggunakan sistem nasional dalam satu sistem.

"Kalau sudah online apalagi 1 tempat, 1 ruangan, jadi misalnya ada 1 kapal A berlayar dari Kuala Tanjung isinya berapa, berapa kontainer ya misalnya 1 kontainer 20-30 freight turun di Jakarta berapa sudah dicegat di sini untuk diisi kontainer yang lain. Begitu seterusnya sampai  di Sorong sehingga nggak nunggu-nunggu kapal bersandar sampai sekian hari. Itu nanti kaya omprengan, makanya semua harus tersistem," jelasnya.

Ini menyatukan Indonesia timur dan Pusat? "Iya benar kualitas dan standarnya harus sama semuanya karena dalam satu sistem. Kalau perlu merknya sama," ujar Presiden. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya