Berita

ilustrasi/net

Politik

Isu Beras Plastik Diduga Rekayasa, Jokowi Diminta Tegas

SABTU, 23 MEI 2015 | 05:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Fenomena beras plastik atau sintetis akhir-akhir ini mengkhawatirkan dan bikin resah masyarakat. Masyarakat ragu apakah beras yang mereka makan beras asli atau bukan.

Ketua Umum Patriot Nasional (Patron) Brigjend (Purn) Abdul Salam curiga dengan munculnya isu beras plastik yang dibarengi dengan video pembuatannya. Cara pembuatan beras plastik yang konon dibuat di Tiongkok sudah beredar di media sosial youtube.

"Oleh karena itu kita harus bersikap hati-hati dan waspada dengan kasus beras plastik ini. Apa ada sekenario atau ada orang atau kelompok tertentu yang memiliki agenda tertentu dengan kasus ini," ingat Abdul Salam.


Pihaknya meminta seluruh pihak terkait baik kepolisian, menteri pertanian, menteri perdagangan, Bulogg, bahkan jika diperlukan intelejen negara untuk mengungkap kasus ini.

"Apakah ini murni kasus ekonomi atau motif lain, berupa sabotase atau subversif untuk mengacaukan negara ini," tambahnya.

Dia menduga ada pihak-pihak yang sengaja membuat resah masyarakat lewat kasus beras palsu. Dikatakannyam dampak nasional yang akan muncul adalah ketidakpercayaan terhadap pemerintahan Jokowi-JK yang seolah-olah tidak bisa menjamin dan melindungi warganya.

Instansi terkait bersama kepolisian dimintanya segera melakukan operasi ke pasar-pasar untuk mengetahui datangnya beras palsu ini. Sangat mudah menemukan distributornya, kalau pihak berwenang memiliki data exsportir dan importir beras secara lengkap.

"Saya teringat kembali UU subversif belum dicabut, ini bisa langsung ditindak. Sekarang kok kayak dibiarkan. Intelijen, aparat keamanan dan pemerintahan sangat lamban.  Ini sudah force majeur. Ataukah ini skenario?" katanya.

Patriot Nasional (Patron) sebagai pendukung Jokowi-JK siap mendukung pemerintah dan memberi informasi bahkan menggerakkan seluruh kekuatan relawannya menemukan pelaku utama.

"Pelumpuhan pemerintahan ini model-model seperti ini menimbulkan instabilitas. Masyarakat bisa terpancing. Harus mencari siapa biang kerok dari usaha-usaha ini, Kalau tidak bisa menanganinya, relawan kita siap mencarinya. Saya berharap semua segera selesai. Pak Jokowi harus tegas," pintanya.

Senada, Sekjen Barisan Insan Muda (BIMA) Syarif Hidayatullah juga meminta aparat segera menemukan pelaku utama pemalsu beras.

"Jangan bikin masyarakat makin resah," katanya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya